9 Kelompok Tani Hutan di Rote Ndao Terima Bantuan Bang Pesona Tahap Dua

Minggu, 20 September 2020 | 16:59 WIB
AM
B
Penulis: Alexander Madji | Editor: B1
Ansy Lema
Ansy Lema (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak sembilan kelompok tani hutan di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencairkan bantuan gerakan ekonomi produktif dan pembangunan usaha perhutanan sosial (Bang Pesona) tahap kedua senilai Rp 20 juta. Sebelumnya, kelompok yang sama menerima bantuan tahap pertama sebesar Rp 30 juta. Dengan demikian, total dana bantuan senilai Rp 50 juta per kelompok telah diterima masyarakat untuk dimanfaatkan dan dikelola bagi kemajuan pertanian dan peternakan.

"Akhirnya seluruh dana Bang Pesona telah sampai di tangan kelompok tani ternak NTT yang butuh bantuan. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang mempengaruhi pendapatan rakyat, bantuan-bantuan dari pemerintah harus cepat dan tepat sasaran," ujar anggota Komisi IV DPR, dari Fraksi PDI Perjuangan, Yohanis Fransiskus Lema atau yang akrab disapa Ansy Lema, dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Minggu (20/9/2020).

Ke-9 kelompok tani itu terdiri dari 135 orang kepala keluarga yang sudah mandiri dan membelanjakan sendiri bantuan dana sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing kelompok. Kali ini kelompok penerima bantuan membeli anakan (bibit) sapi, kambing, dan babi. Total pembelian sebanyak 151 ekor. Bibit-bibit hewan ternak ini akan dirawat dan dilipatgandakan untuk membangun peternakan berdikari di Rote Ndao.

"Saya sangat senang ketika menerima kiriman video dan foto-foto dari sembilan kelompok tani hutan. Mereka manfaatkan program Bang Pesona untuk membeli anakan (bibit) sapi 42 ekor, kambing 94 ekor, dan babi 15 ekor. Harapan saya, kelompok tani ternak di Rote bisa bangkit dari dampak ekonomi karena pandemi serta menciptakan stabilitas produksi dan pendapatan dari hasil ternak," kata Ansy.

Menurut Ansy, potensi peternakan sapi, kambing, dan babi di Rote sangat besar karena ditunjang ketersediaan pakan dan pasar yang memadai. Bila dikembangkan dengan benar, peternakan bisa menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Rote. Karena itu, ia mengapresiasi inisiatif kelompok penerima bantuan untuk membeli ternak untuk dipelihara.

"Apresiasi perlu saya sampaikan pada kelompok tani hutan penerima bantuan di Rote. Mereka cerdas dan tepat sasaran memanfaatkan Bang Pesona untuk menunjang usaha yang memang menjadi kekuatan dan keahlian mereka. Program-program demikian perlu disesuaikan dengan kearifan lokal dan kapasitas SDM agar tidak sia-sia," tegas Ansy.

Ansy melihat bantuan-bantuan seperti Bang Pesona adalah langkah konkrit membantu warga NTT. Hanya saja, NTT perlu semakin melebarkan sayapnya terutama di sektor agrowisata, hasil hutan, potensi alam dan industri lainnya.

"Ketika melakukan reses di Rote Ndao, saya mencatat bahwa potensi madu hutan dan penyulingan kayu putih di sana bisa menjadi opsi strategis untuk membantu perekonomian warga. Potensi di sektor lain seperti agrowisata juga perlu diberdayakan agar potensi-potensi daerah yang selama ini terkubur, bisa dikembangkan untuk kepentingan publik," terang putra asli NTT tersebut.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon