Perkuat Kampus Merdeka, Dikti Terbitkan Panduan Kurikulum Baru
Jumat, 9 Oktober 2020 | 22:42 WIBJakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) menerbitkan buku panduan kurikulum baru untuk memperkuat program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Dirjen Dikti, Nizam mengatakan, dalam program MBKM, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas dan kompetensi baru melalui beberapa kegiatan pembelajaran di luar program studinya.
"Buku dan aplikasi ini merupakan panduan dalam menerapkan program MBKM serta panduan bagi para pemangku kepentingan program studi di Indonesia agar dapat merekonstruksi kurikulum yang ada sesuai dengan perkembangan zaman," kata Nizam dalam peluncuran buku panduan program MBKM serta aplikasi program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka secara daring, Jumat (9/10/2020).
Mantan Dekan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menjelaskan, kurikulum pendidikan tinggi merupakan amanah institusi yang harus senantiasa diperbarui sesuai dengan perkembangan zaman. Apalagi, era Revolusi Industri 4.0 serta kondisi pandemi Covid-19 memaksa para pemangku kebijakan di bidang pendidikan untuk dapat menyesuaikan diri dalam melaksanakan proses pembelajaran.
Selain itu, perubahan kurikulum selaras dengan peran pendidikan tinggi sebagai transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja, maka kurikulum harus betul-betul menyiapkan learning outcome.
"Jadi seorang sarjana itu harus bisa apa, skill apa yang harus dimiliki, dan kemampuan komunikasi seperti apa. Maka itulah kenapa kita harus mengubah kurikulum dan cara pandang kurikulum itu sendiri," ucapnya.
Nizam menyebutkan, setiap revolusi industri selalu disertai dengan hilangnya kompetensi lama seiring dengan kemajuan teknologi mesin. Hal ini juga menyebabkan banyak pekerjaan lama yang hilang dan munculnya pekerjaan baru. Oleh karena itu, perguruan tinggi harus menyiapkan para mahasiswa untuk menghadapi hal tersebut dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
"Kampus itu tidak cukup untuk menjadi tempat bagi mahasiswa mendapatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan mengembangkan dirinya. Soft skill dan hard skill tidak mungkin hanya bisa diperoleh melalui pembelajaran di dalam kampus. Self-directed learning menjadi kebutuhan dan kompetensi esensial bagi setiap mahasiswa," papar Nizam.
Buku panduan serta aplikasi untuk mendukung implementasi program MBKM ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perguruan tinggi sehingga dapat menghasilkan insan Indonesia yang beradab, berilmu, profesional, dan kompetitif di era Revolusi Industri 4.0 serta berkontribusi terhadap kesejahteraan kehidupan bangsa.
Sementara itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Aris Junaidi mengatakan, kebutuhan masyarakat serta stakeholder menjadi keharusan untuk selalu melakukan evaluasi dan reorientasi kurikulum secara reguler. Apalagi, perguruan tinggi dan program studi saat ini ditantang untuk menjadi adaptif dan sesuai dengan perkembangan zaman saat ini.
Terkait dengan buku panduan MBKM, Aris menjelaskan buku panduan ini merupakan edisi keempat yang telah disempurnakan berdasarkan kebijakan Kemdikbud terbaru mengenai program MBKM. Buku ini juga berdasarkan hasil evaluasi penerapan kurikulum di berbagai perguruan tinggi selama melaksanakan bimbingan teknis maupun sosialisasi penyusunan kurikulum.
Aris menyebutkan, buku panduan ini telah diuji coba pada kegiatan program Kampus Mengajar Perintis (KMP) yang diikuti kurang lebih oleh 2.500 mahasiswa.
"Sangat disarankan agar setiap pimpinan kampus serta dosen menggunakan buku panduan ini dalam mengembangkan kurikulum yang telah ada sesuai dengan SN-Dikti serta membekali peserta didik dengan keterampilan hidup melalui implementasi MBKM," tuturnya.
Aplikasi
Pada kesempatan ini juga diluncurkan aplikasi program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Aplikasi ini merupakan salah satu sarana untuk mendorong mahasiswa agar mengikuti proses pembelajaran di luar program studinya melalui beberapa aktivitas.
Di antaranya adalah pertukaran mahasiswa, magang atau praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, riset/penelitian, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen, dan membangun desa/KKN tematik.
Ada pun target pengguna aplikasi ini adalah perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, dan mitra atau lembaga yang diharapkan dapat saling berkolaborasi dalam meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa melalui link and match antara lulusan pendidikan tinggi dengan dunia usaha dan industri.
Aplikasi ini juga mengakomodir aktivitas mahasiswa dalam program MBKM, mulai dari pendaftaran, penawaran kegiatan, daftar kegiatan, seleksi peserta, aktivitas mahasiswa, pengawasan, hingga penilaian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




