Platform Kedaireka Perkuat Kolaborasi Kampus dan Industri

Senin, 7 Desember 2020 | 22:48 WIB
DA
B
Penulis: Dina Fitri Anisa | Editor: B1
Nizam.
Nizam. (ID/David Gita Roza)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terus berupaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi atau kampus dan industri. Demi menyukseskan tujuan tersebut, Kemdikbud membangun sebuah platform bernama Kedaireka.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemdikbud, Nizam mengatakan, tanpa adanya kolaborasi yang intensif antara dunia kerja dengan dunia pendidikan tinggi, maka tidak akan tercipta hasil maksimal karena masing-masing pihak berjalan sendiri-sendiri.

Platform Kedaireka merupakan platform resmi dari Kemdikbud yang akan diluncurkan melalui Ditjen Dikti pada 12 Desember 2020 mendatang. Hal ini dirasa penting agar dunia usaha dan pendidikan dapat berjalan beriringan untuk membantu dunia industri.

"Kedaireka adalah platform untuk membangun optimisme pada dunia kerja yang memiliki berbagai masalah dan kebutuhan, sehingga dapat bertemu dengan dunia pendidikan tinggi yang memiliki berbagai solusi untuk masalah tersebut," ungkapnya dalam jumpa pers Grand Launching platform Kedaireka di Jakarta Pusat, Senin (7/12/2020).

Hal tersebut juga dilandaskan pada konsep Kampus Merdeka yang merupakan pola baru dalam sistem pembelajaran Pendidikan Tinggi di Indonesia. Untuk itu, beberapa hal perlu disesuaikan dalam menghadapi perubahan zaman seperti kurikulum dan sistem teknologi informasi.

Kampus Merdeka merupakan wujud pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel sehingga tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

Di sini lah diperlukan kolaborasi atau kerja sama antara sektor pendidikan dan sektor industri dalam menciptakan sebuah reka cipta sehingga dapat meningkatkan produksi dan distribusi di sektor domestik maupun global. Peran sektor pendidikan, khususnya perguruan tinggi, adalah sebagai pusat research and development bagi industri untuk mengembangkan teknologi baru.

"Perguruan tinggi juga dapat menjadi tempat pilot project untuk reka cipta atau teknologi yang telah dibuat sebelum teknologi tersebut didistribusikan secara luas. Selain itu, perguruan tinggi dapat menyediakan SDM yang berkualitas sehingga mampu meningkatkan performa industri di dalam negeri maupun secara global," jelasnya.

Oleh karena itu, Ditjen Dikti Kemendikbud akan melihat kelayakan program untuk mencapai delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) serta rekam jejak institusi dan/atau mitra dalam program peningkatan kualitas akademik dan IKU.

Melalui delapan IKU ini, lulusan bisa mendapat pekerjaan yang layak, mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, dosen berkegiatan di luar kampus, praktisi mengajar di dalam kampus, hasil kerja dosen digunakan masyarakat dan dapat rekognisi internasional, program studi bekerja sama dengan mitra kelas dunia, kelas yang kolaboratif dan partisipatif, dan program studi berstandar internasional.

Dengan adanya hubungan keterkaitan antara kampus dengan dunia industri, maka akan ada keterikatan antara riset reka cipta di perguruan tinggi dan industri dan kebutuhan masyarakat.

Pentahelix
Sementara itu, Koordinator Tim Kerja Akselerasi Reka Cipta, Achmad Adhitya Maramis turut menjelaskan bahwa kehadiran Kedaireka berperan sebagai rumah bagi para peneliti, tempat melayani industri serta masyarakat, dan tempat terbentuknya startup. Selain itu, Kedaireka juga diharapkan dapat menjadi rumah sinergi pentahelix lain yang hendak turut berkontribusi memajukan bangsa.

"Selama ini program lain yang dilakukan pemerintah sudah dijalankan dengan baik, tapi harus lebih dioptimalkan dengan memiliki 'rumah' yang tepat. Dengan adanya Kedaireka, semua inovator di seluruh Indonesia kini memiliki rumah untuk berkumpul memberikan solusi terbaik untuk bangsa sesuai dengan logo Kedaireka," jelas Adhitya.

Achmad menegaskan, Kedaireka ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin dan bersinergi secara pentahelix agar kehadirannya menjadi optimal. Menurutnya, Kedaireka harus menjadi gerakan yang dapat menggabungkan semua potensi bangsa, kampus, dan industri untuk menjadi solusi bagi masyarakat khususnya di tengah pandemi.

Capaian kolaborasi ini nantinya dapat dijabarkan sesuai kebutuhan masing-masing klaster, seperti, otomotif, agrobisnis, teknologi informasi dan komunikasi, kesehatan, dan pendidikan.

Kolaborasi antar pemangku kepentingan ini diharapkan dapat memberikan manfaat seluas-luasnya untuk masyarakat, serta sebagai salah satu upaya nyata dalam membantu pemulihan perekonomian nasional sebagai dampak dari pandemi Covid-19.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon