Distribusi Logistik Pilkada ke Daerah Terpencil Lancar di Seluma, Bengkulu

Selasa, 8 Desember 2020 | 11:25 WIB
U
JM
Penulis: Usmin | Editor: JEM
Ilustrasi Pilkada 2020.
Ilustrasi Pilkada 2020. (Antara)

Bengkulu, Beritasatu.com - Penyaluran semua logistik Pilkada 2020, baik untuk pemungutan suara maupun alat pelindung diri (APD) bagi petugas di tempat pemungutan suara (TPS), berjalan lancar di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Seluma, mulai menyalurkan logistik pilkada dari tingkat ke kecamatan pada Senin (7/12/2020) hingga Selasa (8/12/2020), atau pada H-1 pencoblosan tanggal 9 Desember 2020, seluruh logistik pilkada sudah harus sampai di TPS.

Ketua KPU Seluma Sarjan Efendi mengatakan kepada Beritasatu.com, Selasa (8/12/2020), penyaluran  semua logistik pilkada  dilakukan lebih awal atau sejak H-2 pilkada untuk desa-desa jauh terpencil yang hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua.

Sedangkan untuk desa-desa yang mudah dijangkau penyaluran dilaksanakan pada H-1 atau Selasa (8/12/2020) sampai tuntas dan dipastikan pada hari pencoblosan seluruh logistik pilkada sudah sampai ke TPS dalam keadaan lengkap.

"Kami targetkan pendistribusian logistik pilkada termasuk APD ke TPS selesai pada H-1 atau Selasa ini. Termasuk 15 hal baru terkait protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, kita jamin tersedia sesuai kebutuhan," kata Sarjan Efendi.

Terkait protokol kesehatan petugas KPPS, Sarjan Efendi mengatakan, sebanyak 83 petugas KPPS sudah melaksanakan rapid test dan hasilnya ditanyakan tidak reaktif, sehingga mereka diizinkan bertugas pada hari pencoblosan pilkada 9 Desember 2020.

Bagi anggota KPPS  yang rapid test pertama hasilnya reaktif akan dilakukan rapid test ulang dan jika hasilnya masih juga reaktif, maka  tidak diizinkan menjadi petugas KPPS dan diganti anggota lain demi mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

"Alhamdulilah 83 KPPS yang menjalani rapid test hasilnya negatif alias tidak reaktif, sehingga mereka memenuhi syarat untuk menjadi petugas di TPS pada pencoblosan pibup dan pilgub melalui pilkada 9 Desember 2020," ujarnya.

Rapid test anggota KPPS tersebut, dilaksanakan RSUD Tais, Seluma. Biaya rapid test ini tidak dikenakan biaya alias gratis karena sudah ditanggung KPU setempat. "Rapid test anggota KPPS gratis karena biaya sudah anggarkan KPU Seluma," ujarnya.

"Bagi petugas KPPS dinyatakan reaktif maka yang bersangkutan langsung diberhentikan dan gajinya tidak bayarkan. Hal ini sesuai dengan surat esaran KPU Pusat bahwa pertugas KPPS harus bebas dari terpapar Covid-19," ujarnya.

Pilkada Seluma selain memilih gubernur dan wakil gubernur juga pemilihan bupati dan wakil bupati. Pilkada bupati diikuti 3 paslon, yakni paslon Edison Simbolon- Khairil Yulian, paslon Suparto-Novian Ail, dan paslon Erwin-Yayan.

Daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Seluma tercatat sebanyak 137.919 jiwa dan jumlah TPS sebanyak 450, tersebar di 15 kecamantan yang ada di daerah ini. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon