Pasokan Pusat Belanja di Jabodetabek Melonjak
Kamis, 11 Oktober 2012 | 11:12 WIB
Pembangunan pusat belanja akan kembali marak ketika moratorium mal secara efektif akan berakhir pada akhir 2012.
Pasokan baru pusat belanja di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) diprediksi mencapai 870.505 m2 hingga 2015.
Pertumbuhan tersebut ditopang tingginya permintaan dari kalangan peritel global yang gencar berekspansi di Jabodetabek sejak dua tahun terakhir.
Hasil survei Colliers Internasional mengungkapkan, ekonomi negara-negara di Eropa telah melemah sehingga kalangan peritel global mengincar negara berkembang seperti Indonesia untuk berekspansi.
Beberapa tahun terakhir, peritel luar negeri seperti Carrefour, Lotte, Sogo, 7- Eleven, dan Circle K agresif di pasar ritel Indonesia.
"Pembangunan pusat belanja akan kembali marak ketika moratorium mal secara efektif akan berakhir pada akhir 2012. Kawasan padat seperti koridor Satrio, Jakarta Selatan dan wilayah minimmal seperti Jakarta T imur akan menjadi incaran," ujar Ferry Salanto, Associate Research Manager Colliers International di Jakarta, baru-baru ini.
Ferry menuturkan, pasokan ritel diprediksikan tetap tumbuh dengan tambahan sekitar 220 ribu m2 pada 2013. Sedangkan di wilayah penyangga Jakarta akan ada tambahan ruang ritel sebanyak 190 ribu m2. Sepanjang kuar tal III- 2012, total pasokan baru sudah mencapai 164.981 m2.
Dari total 4,19 juta m2 ruang ritel di kawasan Jakarta, sekitar 69% merupakan ruang sewa dan kencenderungan ini terus berlanjut pada periode 2012-2014.
"Ada tambahan pusat komersial skala besar yaitu Ciputra World Jakarta dengan Lotte Shopping Avenue dan Pondok Indah Street Gallery pada akhir 2012," ungkap dia.
Sedangkan di Bodetabek, setelah kuartal lalu tidak ada pasokan, di kuartal III-2012 Mall Bale Kota yang berlokasi di kawasan terpadu Tangerang City berkontribusi menambah sekitar 25 ribu ruang ritel baru. Dengan demikian, pada kuartal ini total kumulatif supply ritel Bodetabek sebesar 1,96 juta m2.
"Ke depan, ada pertumbuhan pasokan di periode 2013-2014 dengan sedikitnya 11 pusat ritel baru. Beberapa diantaranya adalah Plaza Cibubur, Lippo Cikarang Citywalk, Bintaro Xchange, dan Summarecon Mall Bekasi," kata dia.
Tingkat okupansi pusat belanja sepanjang kuartal III-2012 terlihat sedikit menurun dari sebelumnya 89,5% menjadi 88%.
Sebab, pada kuartal ini sejumlah pusat perbelanjaan melakukan konsolidasi untuk meningkatkan kinerja, dengan upaya menggabungkan komposisi tenant.
Mal-mal di Pluit misalnya, untuk mengantispasi tumbuhnya budget hotel, mereka lebih condong kepada tenant makanan dan minuman waralaba seperti Crown Palace, I-Ta Suki, dan Shanghai Sky.
"Hampir seluruh segmen pusat belanja mengalami penurunan okupansi. Tingkat hunian mal kelas atas turun menjadi 92,5% akibat maraknya mal sejenis. Sementara itu, okupansi pusat ritel kelas menengah tercatat 86% dan mal menengah ke bawah memiliki kinerja stabil dengan hunian 83%," ujar Ferry.
Pasokan baru pusat belanja di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) diprediksi mencapai 870.505 m2 hingga 2015.
Pertumbuhan tersebut ditopang tingginya permintaan dari kalangan peritel global yang gencar berekspansi di Jabodetabek sejak dua tahun terakhir.
Hasil survei Colliers Internasional mengungkapkan, ekonomi negara-negara di Eropa telah melemah sehingga kalangan peritel global mengincar negara berkembang seperti Indonesia untuk berekspansi.
Beberapa tahun terakhir, peritel luar negeri seperti Carrefour, Lotte, Sogo, 7- Eleven, dan Circle K agresif di pasar ritel Indonesia.
"Pembangunan pusat belanja akan kembali marak ketika moratorium mal secara efektif akan berakhir pada akhir 2012. Kawasan padat seperti koridor Satrio, Jakarta Selatan dan wilayah minimmal seperti Jakarta T imur akan menjadi incaran," ujar Ferry Salanto, Associate Research Manager Colliers International di Jakarta, baru-baru ini.
Ferry menuturkan, pasokan ritel diprediksikan tetap tumbuh dengan tambahan sekitar 220 ribu m2 pada 2013. Sedangkan di wilayah penyangga Jakarta akan ada tambahan ruang ritel sebanyak 190 ribu m2. Sepanjang kuar tal III- 2012, total pasokan baru sudah mencapai 164.981 m2.
Dari total 4,19 juta m2 ruang ritel di kawasan Jakarta, sekitar 69% merupakan ruang sewa dan kencenderungan ini terus berlanjut pada periode 2012-2014.
"Ada tambahan pusat komersial skala besar yaitu Ciputra World Jakarta dengan Lotte Shopping Avenue dan Pondok Indah Street Gallery pada akhir 2012," ungkap dia.
Sedangkan di Bodetabek, setelah kuartal lalu tidak ada pasokan, di kuartal III-2012 Mall Bale Kota yang berlokasi di kawasan terpadu Tangerang City berkontribusi menambah sekitar 25 ribu ruang ritel baru. Dengan demikian, pada kuartal ini total kumulatif supply ritel Bodetabek sebesar 1,96 juta m2.
"Ke depan, ada pertumbuhan pasokan di periode 2013-2014 dengan sedikitnya 11 pusat ritel baru. Beberapa diantaranya adalah Plaza Cibubur, Lippo Cikarang Citywalk, Bintaro Xchange, dan Summarecon Mall Bekasi," kata dia.
Tingkat okupansi pusat belanja sepanjang kuartal III-2012 terlihat sedikit menurun dari sebelumnya 89,5% menjadi 88%.
Sebab, pada kuartal ini sejumlah pusat perbelanjaan melakukan konsolidasi untuk meningkatkan kinerja, dengan upaya menggabungkan komposisi tenant.
Mal-mal di Pluit misalnya, untuk mengantispasi tumbuhnya budget hotel, mereka lebih condong kepada tenant makanan dan minuman waralaba seperti Crown Palace, I-Ta Suki, dan Shanghai Sky.
"Hampir seluruh segmen pusat belanja mengalami penurunan okupansi. Tingkat hunian mal kelas atas turun menjadi 92,5% akibat maraknya mal sejenis. Sementara itu, okupansi pusat ritel kelas menengah tercatat 86% dan mal menengah ke bawah memiliki kinerja stabil dengan hunian 83%," ujar Ferry.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




