Peritel Asing Incar Pusat Perbelanjaan di Jabodetabek

Kamis, 11 Oktober 2012 | 15:45 WIB
I
WP
Sejumlah pengunjung melihat-lihat berbagai barang yang dipajang tenant di mal Senayan City, Jakarta, Jumat (3/8). Menyambut hari raya Idul Fitri mal tersebut menggelar Senayan City Sacred Ramadhan Midnight Shopping pada 3-5 Agustus 2012 yang memberikan potongan harga hingga 80 persen di lebih dari 265 tenant.
Sejumlah pengunjung melihat-lihat berbagai barang yang dipajang tenant di mal Senayan City, Jakarta, Jumat (3/8). Menyambut hari raya Idul Fitri mal tersebut menggelar Senayan City Sacred Ramadhan Midnight Shopping pada 3-5 Agustus 2012 yang memberikan potongan harga hingga 80 persen di lebih dari 265 tenant. (ANTARA/Andika Wahyu)
Kalangan peritel global gencar berekspansi di sejumlah pusat perbelanjaan di kawasan Jabodetabek sejak dua tahun terakhir.

Melemahnya kondisi perekonomian di sejumlah negara Eropa telah membuat kalangan peritel global mengincar negara berkembang seperti Indonesia untuk menggelar ekspansi bisnis dan perluasan pasar.

Hasil survei Colliers Internasional mengungkapkan, secara umum okupansi mal yang baru beroperasi pada kuartal III-2012 memiliki tingkat pre komitmen tinggi hingga 95%. Mal baru tersebut antara lain Central Park, Gandaria Mall, Kuningan City, Kota Kasablanka, dan Lippo Mall Kemang.

Penyewa utama mal-mal tersebut adalah peritel asing seperti Debenham, Carrefour, Ace Hardware, dan Best Denki.

Managing Director Colliers International Michael Broomell menyatakan, distribusi department store di Jakarta didominasi oleh Matahari yang dimiliki oleh PT Lippo Karawaci Tbk sebesar 45%, dikuti oleh SOGO (Jepang) sebesar 20%, Metro (Eropa) 14%, Debensham (Inggris) 14%, dan Centro (Malaysia) 7%.

"Sedangkan persebaran hypermarket di pusat belanja Jakarta dikuasai oleh Carrefour dari Prancis sebesar 47%, hypermart 28%, Giant 16%, dan Lotte Mart asal Korea 9%. Tidak lama lagi, Central Group of Companies asal Thailand akan membuka cabang Central Department Store pertama di Grand Indonesia," ungkap Michael.

Kenaikan Harga Sewa
Berdasarkan riset Colliers International, tren harga sewa di Jabodetabek stabil pada kuartal III-2012 dibandingkan kuartal sebelumnya.

Tidak ada kenaikan harga sewa di setiap mal eksisting kecuali mal mal baru yang tercatat naik 6,3% menjadi Rp437.085/M2/bulan.

Perubahan harga sewa dari rupiah menjadi dolar pada mal kelas atas juga menyebabkan ada sedikit kenaikan rental dibandingkan kuartal sebelumnya.

"Jika kami membuat grafik harga sewa, maka akan terlihat harga sewa September 2012 lebih tnggi 15,3% dibandingkan akhir 2011," jelas Ferry Salanto, Associate Research Manager Colliers International .

Colliers mencatat, ada tiga faktor pendorong kenaikan harga sewa, yaitu pertama terjadi pada proyek yang baru diluncurkan. Disini, harga sewa berubah karena potensi mal dan nilai tambah.

Kedua, renovasi dan komposisi tenant baru pada pusat perbelanjaan lama. Ketiga, adanya perubahan kurs dari mata uang rupiah ke dolar.

Melemahnya rupiah terhadap dolar membuat mal yang disewa dengan dolar menjadi naik nilainya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon