Kreasi Tenun Priyo Oktaviano Ditaksir "Buyer" AS
Jumat, 19 Oktober 2012 | 22:14 WIB
"Ini adalah budaya yang dipertahankan, bagaimana [Indonesia] mengantisipasi modernisasi tanpa meninggalkan budaya. Inilah yang menjadikan kita unggul."
Berkesempatan menunjukkan karya-karyanya di hadapan para buyer saat Cita Tenun Indonesia (CTI) dianugerahi penghargaan oleh Fashion 4 Development (F4D), private sector dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Rabu (26/9) lalu, desainer muda Indonesia Priyo Oktaviano mengaku mendapat feedback baik.
"Ada 3 buyer dari department store Amerika Serikat yang memberi feedback dan tertarik bekerja sama. Barney's, Bergdorf Goodman, dan Jeffrey. Ada dua yang tertarik dengan kreasi-kreasi untuk label Priyo Oktaviano yang eksklusif dan satu yang tertarik dengan ready to wear milik saya, Spous," jelas seusai konferensi pers mengenai peraihan penghargaan CTI dari F4D dan Advance Development for Africa (ADA) di Dharmawangsa Hotel, hari ini.
Menurut Priyo, ada beberapa hal yang membuat kreasi tenunnya "ditaksir" para buyer.
"Salah satu yang tertarik dengan kreasi ready to wear saya adalah department store Jeffrey. Jeffrey adalah butik multibrand. Feedback mereka positif dalam segi motif. Saat meeting dengan mereka saya membawa kreasi tenun motif Rangrang dari Bali. Awalnya mereka mengira itu motif etnik asal Meksiko atau India, padahal itu dari Bali, Indonesia. Mereka juga suka warna, pekerjaan handmade, dan warna yang dibuat dari bahan alami," ungkapnya lagi.
Ditambahkan Priyo, pihak buyer sangat menghargai kreasi handmade dari tenun, serta keunikannya. "Karena dibuat tangan dan membutuhkan waktu, untuk mereka, hal ini sangat perlu dihargai. Ketertarikan mereka terhadap tenun Indonesia adalah dari corak dan motifnya yang buat mereka adalah hal baru. Bagi mereka, adalah suatu tantangan untuk menjual produk asal Indonesia yang seperti itu," tuturnya.
Senada dengan Priyo, Ketua CTI Okke Hatta Rajasa mengatakan, "Masyarakat AS suka dengan keunikan tenun. Tenun itu tidak mudah dibuat, karena handmade, butuh waktu lama untuk membuatnya, juga ada unsur pewarnaan alam. Ini adalah budaya yang dipertahankan, bagaimana [Indonesia] mengantisipasi modernisasi tanpa meninggalkan budaya. Inilah yang menjadikan kita unggul."
Sementara itu, Jennifer Goodman, buyer dari Bergdorf Goodman, department store terkemuka di AS dalam siaran pers mengatakan, "Tingkat craftmanship dan kerapihan kedua desainer ini sangat tinggi, terlihat dalam materi bahan yang relatif sulit, namun dapat tetap menghadirkan koleksi bernuansa premium. Koleksi Priyo memiliki keunikan dalam penempatan warna dengan pola yang sangat mudah dipadupadankan dengan satu sama lain. Koleksi Sebastian memiliki pola penempatan warna pastel dan pop colors yang sangat indah."
Priyo menjelaskan, ia masih menunggu jawaban dari para department store untuk memasukkan koleksinya. "Masih menunggu feedback lagi dari mereka. Targetnya, bila disetujui, akan masuk [ke department store] untuk koleksi mendatang, Fall/Winter 2013," katanya.
Berkesempatan menunjukkan karya-karyanya di hadapan para buyer saat Cita Tenun Indonesia (CTI) dianugerahi penghargaan oleh Fashion 4 Development (F4D), private sector dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Rabu (26/9) lalu, desainer muda Indonesia Priyo Oktaviano mengaku mendapat feedback baik.
"Ada 3 buyer dari department store Amerika Serikat yang memberi feedback dan tertarik bekerja sama. Barney's, Bergdorf Goodman, dan Jeffrey. Ada dua yang tertarik dengan kreasi-kreasi untuk label Priyo Oktaviano yang eksklusif dan satu yang tertarik dengan ready to wear milik saya, Spous," jelas seusai konferensi pers mengenai peraihan penghargaan CTI dari F4D dan Advance Development for Africa (ADA) di Dharmawangsa Hotel, hari ini.
Menurut Priyo, ada beberapa hal yang membuat kreasi tenunnya "ditaksir" para buyer.
"Salah satu yang tertarik dengan kreasi ready to wear saya adalah department store Jeffrey. Jeffrey adalah butik multibrand. Feedback mereka positif dalam segi motif. Saat meeting dengan mereka saya membawa kreasi tenun motif Rangrang dari Bali. Awalnya mereka mengira itu motif etnik asal Meksiko atau India, padahal itu dari Bali, Indonesia. Mereka juga suka warna, pekerjaan handmade, dan warna yang dibuat dari bahan alami," ungkapnya lagi.
Ditambahkan Priyo, pihak buyer sangat menghargai kreasi handmade dari tenun, serta keunikannya. "Karena dibuat tangan dan membutuhkan waktu, untuk mereka, hal ini sangat perlu dihargai. Ketertarikan mereka terhadap tenun Indonesia adalah dari corak dan motifnya yang buat mereka adalah hal baru. Bagi mereka, adalah suatu tantangan untuk menjual produk asal Indonesia yang seperti itu," tuturnya.
Senada dengan Priyo, Ketua CTI Okke Hatta Rajasa mengatakan, "Masyarakat AS suka dengan keunikan tenun. Tenun itu tidak mudah dibuat, karena handmade, butuh waktu lama untuk membuatnya, juga ada unsur pewarnaan alam. Ini adalah budaya yang dipertahankan, bagaimana [Indonesia] mengantisipasi modernisasi tanpa meninggalkan budaya. Inilah yang menjadikan kita unggul."
Sementara itu, Jennifer Goodman, buyer dari Bergdorf Goodman, department store terkemuka di AS dalam siaran pers mengatakan, "Tingkat craftmanship dan kerapihan kedua desainer ini sangat tinggi, terlihat dalam materi bahan yang relatif sulit, namun dapat tetap menghadirkan koleksi bernuansa premium. Koleksi Priyo memiliki keunikan dalam penempatan warna dengan pola yang sangat mudah dipadupadankan dengan satu sama lain. Koleksi Sebastian memiliki pola penempatan warna pastel dan pop colors yang sangat indah."
Priyo menjelaskan, ia masih menunggu jawaban dari para department store untuk memasukkan koleksinya. "Masih menunggu feedback lagi dari mereka. Targetnya, bila disetujui, akan masuk [ke department store] untuk koleksi mendatang, Fall/Winter 2013," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




