Minuman Bersoda Tingkatkan Risiko Stroke pada Perempuan
Minggu, 28 Oktober 2012 | 15:25 WIB
Perempuan yang mengonsumsi minuman bersoda setiap hari, berisiko 83 persen terkena stroke iskemik.
Peringatan bagi mereka, terutama perempuan yang gemar mengonsumsi minuman bersoda.
Studi terbaru menunjukkan, bahwa perempuan yang minuman bersoda setiap hari berisiko mengembangkan penyumbatan pembuluh darah yang menyebabkan stroke.
Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Jepang, baru-baru ini.
Para peneliti dari Universitas Osaka, Jepang menemukan, bahwa konsumsi minuman manis (minuman bersoda) meningkatkan risiko pembekuan darah pada lebih dari 80 persen perempuan. Namun, efek tersebut lebih rendah pada lelaki.
Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa semua minuman ringan -- bahkan yang rendah kalori sekalipun -- meningkatkan kemungkinan stroke baik pada perempuan maupun lelaki.
Sejumlah penelitian lain yang terkait konsumsi soda dengan obesitas dan diabetes tipe dua, juga menunjukkan adanya hubungan dengan faktor risiko stroke.
Selama penelitian, tim peneliti dari Universitas Osaka melacak kebiasaan diet, termasuk asupan soda pada hampir 40 ribu lelaki dan perempuan berusia 40-59 tahun, selama 18 tahun.
Selama periode itu, hampir 2.000 relawan tersebut mengalami stroke. Kebiasaan minum pasien stroke tersebut dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami pembekuan darah (penyumbatan pembuluh darah).
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa perempuan yang minum minuman bersoda setiap hari berisiko 83 persen terkena stroke iskemik, gumpalan darah yang menghambat aliran darah dari jantung ke otak.
"Meski hanya minum dalam jumlah sedikit sekalipun, perempuan tetap akan terkena risiko tinggi," kata para ilmuwan tersebut seperti dikutip Medicmagic (28/10).
Peringatan bagi mereka, terutama perempuan yang gemar mengonsumsi minuman bersoda.
Studi terbaru menunjukkan, bahwa perempuan yang minuman bersoda setiap hari berisiko mengembangkan penyumbatan pembuluh darah yang menyebabkan stroke.
Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Jepang, baru-baru ini.
Para peneliti dari Universitas Osaka, Jepang menemukan, bahwa konsumsi minuman manis (minuman bersoda) meningkatkan risiko pembekuan darah pada lebih dari 80 persen perempuan. Namun, efek tersebut lebih rendah pada lelaki.
Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa semua minuman ringan -- bahkan yang rendah kalori sekalipun -- meningkatkan kemungkinan stroke baik pada perempuan maupun lelaki.
Sejumlah penelitian lain yang terkait konsumsi soda dengan obesitas dan diabetes tipe dua, juga menunjukkan adanya hubungan dengan faktor risiko stroke.
Selama penelitian, tim peneliti dari Universitas Osaka melacak kebiasaan diet, termasuk asupan soda pada hampir 40 ribu lelaki dan perempuan berusia 40-59 tahun, selama 18 tahun.
Selama periode itu, hampir 2.000 relawan tersebut mengalami stroke. Kebiasaan minum pasien stroke tersebut dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami pembekuan darah (penyumbatan pembuluh darah).
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa perempuan yang minum minuman bersoda setiap hari berisiko 83 persen terkena stroke iskemik, gumpalan darah yang menghambat aliran darah dari jantung ke otak.
"Meski hanya minum dalam jumlah sedikit sekalipun, perempuan tetap akan terkena risiko tinggi," kata para ilmuwan tersebut seperti dikutip Medicmagic (28/10).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




