Tarian Jauhkan Remaja Perempuan dari Masalah Kejiwaan
Rabu, 14 November 2012 | 15:55 WIB
Tarian memberikan lingkungan yang suportif dan menjadi saluran untuk menumbuhkan sikap tubuh dan persepsi fisik diri.
Dulu, tari balet adalah aktivitas yang trendi di kalangan anak muda, belakangan, break dance atau shuffle, dan banyak lainnya menjadi gaya tari yang digemari anak-anak remaja. Tarian erat kaitannya dengan gerakan fisik, namun, studi terkini mengungkap, tarian juga baik untuk kesehatan mental remaja.
Riset yang dipublikasikan di jurnal Archives of Pediatric and Adolescent Medicine, Senin (12/11), mengungkap, remaja perempuan yang rutin belajar tari -setidaknya dua kali dalam seminggu- menilai angka kesehatan dirinya sendiri lebih tinggi ketimbang teman sebayanya yang tidak berlatih tari.
"Tarian adalah bentuk aktivitas fisik yang populer, terutama bagi perempuan muda. Tarian memberikan lingkungan yang suportif dan menjadi saluran kesempatan untuk menumbuhkan sikap tubuh dan persepsi fisik diri," demikian disebutkan dalam studi itu.
Kepala penelitian ini, Anna Duberg dari Center for Health Care Sciences dan timnya meneliti sekitar 112 remaja dengan usia antara 13-18 tahun yang memiliki masalah psikologi karena sering merasa depresi, rendah diri, dan sering merasa kelelahan, namun tidak cukup parah untuk dirawat di RSJ.
Setengah dari partisipan yang diminta mengikuti kelas tari secara rutin, 2 kali seminggu selama 75 menit, selama 8 bulan. Penelitian ini dilakukan selama 3 tahun.
Hasil studi menunjukkan, 91 persen dari para perempuan muda ini mengakui, pengalaman belajar tari ini merupakan pengalaman positif untuk mereka.
Para peneliti memperkirakan, tarian mampu meningkatkan kesehatan para remaja perempuan karena mereka merasa kelas tari itu menyenangkan, tidak menuntut banyak, serta tidak menekan seperti sekolah.
Diperkirakan para periset, kelas tari juga membuat para perempuan muda ini membentuk perasaan memiliki, karena mereka diminta memberikan kontribusi dalam hal pemilihan musik dan koreografi.
Para periset mencatat, aspek sosial dari kelas tari untuk remaja perempuan juga sangat baik. Di kelas tari, remaja-remaja perempuan ini memiliki kesempatan untuk menjalin pertemanan baru dan menghabiskan waktu melakukan kegiatan yang mereka sukai.
"Studi ini menunjukkan betapa aktivitas fisik dan sosial sangat baik dalam menjaga kesehatan, termasuk kesehatan kejiwaan," tulis para peneliti.
Dulu, tari balet adalah aktivitas yang trendi di kalangan anak muda, belakangan, break dance atau shuffle, dan banyak lainnya menjadi gaya tari yang digemari anak-anak remaja. Tarian erat kaitannya dengan gerakan fisik, namun, studi terkini mengungkap, tarian juga baik untuk kesehatan mental remaja.
Riset yang dipublikasikan di jurnal Archives of Pediatric and Adolescent Medicine, Senin (12/11), mengungkap, remaja perempuan yang rutin belajar tari -setidaknya dua kali dalam seminggu- menilai angka kesehatan dirinya sendiri lebih tinggi ketimbang teman sebayanya yang tidak berlatih tari.
"Tarian adalah bentuk aktivitas fisik yang populer, terutama bagi perempuan muda. Tarian memberikan lingkungan yang suportif dan menjadi saluran kesempatan untuk menumbuhkan sikap tubuh dan persepsi fisik diri," demikian disebutkan dalam studi itu.
Kepala penelitian ini, Anna Duberg dari Center for Health Care Sciences dan timnya meneliti sekitar 112 remaja dengan usia antara 13-18 tahun yang memiliki masalah psikologi karena sering merasa depresi, rendah diri, dan sering merasa kelelahan, namun tidak cukup parah untuk dirawat di RSJ.
Setengah dari partisipan yang diminta mengikuti kelas tari secara rutin, 2 kali seminggu selama 75 menit, selama 8 bulan. Penelitian ini dilakukan selama 3 tahun.
Hasil studi menunjukkan, 91 persen dari para perempuan muda ini mengakui, pengalaman belajar tari ini merupakan pengalaman positif untuk mereka.
Para peneliti memperkirakan, tarian mampu meningkatkan kesehatan para remaja perempuan karena mereka merasa kelas tari itu menyenangkan, tidak menuntut banyak, serta tidak menekan seperti sekolah.
Diperkirakan para periset, kelas tari juga membuat para perempuan muda ini membentuk perasaan memiliki, karena mereka diminta memberikan kontribusi dalam hal pemilihan musik dan koreografi.
Para periset mencatat, aspek sosial dari kelas tari untuk remaja perempuan juga sangat baik. Di kelas tari, remaja-remaja perempuan ini memiliki kesempatan untuk menjalin pertemanan baru dan menghabiskan waktu melakukan kegiatan yang mereka sukai.
"Studi ini menunjukkan betapa aktivitas fisik dan sosial sangat baik dalam menjaga kesehatan, termasuk kesehatan kejiwaan," tulis para peneliti.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




