Uang Rp9,6 M Bakal Cagub Papua Dirampok
Kamis, 15 November 2012 | 01:34 WIB
Ruben Marey dirampok usai mengambil uang tunai di salah satu bank swasta di kawasan Sudirman, Jakarta.
Bakal calon gubernur Papua, Ruben Marey menjadi korban perampokan setelah uangnya senilai 1 juta Dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp9,6 miliar digasak pelaku kejahatan di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (13/11) malam.
"Pelaku menodong saya saat masuk kendaraan menggunakan senjata api," kata Ruben di Jakarta, Rabu (14/11).
Ia menjelaskan kronologis kejadian saat korban mengambil uang tunai pada salah satu bank swasta di kawasan Sudirman, Jakarta, bersama seorang pejabat negara.
Usai mengambil uang, Ruben berpisah dengan pejabat negara tersebut dan kemudian tiga orang pria bersenjata api mendekat, serta menodong korban.
Rencananya, korban akan menyetorkan uang tunai ke Bank Mandiri di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Ruben menyebutkan, salah satu dari pelaku menodong, serta menarik dirinya ke dalam mobil. Selanjutnya perampok tersebut menculik dan menyekap korban di salah satu apartemen daerah Meruya, Jakarta Barat.
Selain uang tunai, pelaku juga membawa kabur perhiasan emas, serta dua unit telepon selular milik korban.
Ruben yang bekerja di Kementerian Politik Hukum dan Keamanan (Kemenpolhukam) itu, sempat meminta pelaku membebaskannya, karena telah menyerahkan semua barang berharga.
Para pelaku melepaskan Ruben pada Rabu (14/11) dinihari sekitar pukul 02.30 WIB dengan menyediakan taksi.
Setelah dibebaskan oleh pelaku perampokan, ia langsung melapor ke Sentra Pelayanan Masyarakat Polres Metro Jakarta Pusat.
Ruben menduga kasus perampokan itu, berkaitan dengan proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Papua yang memasuki tahapan batas akhir pendaftaran calon cagub pada Rabu ini.
"Saya curiga terkait pemilihan (gubernur), karena ada mobil parkir sehari sebelum kejadian di depan rumah," tutupnya.
Bakal calon gubernur Papua, Ruben Marey menjadi korban perampokan setelah uangnya senilai 1 juta Dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp9,6 miliar digasak pelaku kejahatan di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (13/11) malam.
"Pelaku menodong saya saat masuk kendaraan menggunakan senjata api," kata Ruben di Jakarta, Rabu (14/11).
Ia menjelaskan kronologis kejadian saat korban mengambil uang tunai pada salah satu bank swasta di kawasan Sudirman, Jakarta, bersama seorang pejabat negara.
Usai mengambil uang, Ruben berpisah dengan pejabat negara tersebut dan kemudian tiga orang pria bersenjata api mendekat, serta menodong korban.
Rencananya, korban akan menyetorkan uang tunai ke Bank Mandiri di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Ruben menyebutkan, salah satu dari pelaku menodong, serta menarik dirinya ke dalam mobil. Selanjutnya perampok tersebut menculik dan menyekap korban di salah satu apartemen daerah Meruya, Jakarta Barat.
Selain uang tunai, pelaku juga membawa kabur perhiasan emas, serta dua unit telepon selular milik korban.
Ruben yang bekerja di Kementerian Politik Hukum dan Keamanan (Kemenpolhukam) itu, sempat meminta pelaku membebaskannya, karena telah menyerahkan semua barang berharga.
Para pelaku melepaskan Ruben pada Rabu (14/11) dinihari sekitar pukul 02.30 WIB dengan menyediakan taksi.
Setelah dibebaskan oleh pelaku perampokan, ia langsung melapor ke Sentra Pelayanan Masyarakat Polres Metro Jakarta Pusat.
Ruben menduga kasus perampokan itu, berkaitan dengan proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Papua yang memasuki tahapan batas akhir pendaftaran calon cagub pada Rabu ini.
"Saya curiga terkait pemilihan (gubernur), karena ada mobil parkir sehari sebelum kejadian di depan rumah," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




