Studi: Tahu Bisa Tingkatkan Libido
Kamis, 22 November 2012 | 07:51 WIB
Penelitian tahap awal menunjukkan, ada pengaruh antara asupan kedelai pada lelaki dengan tingkat agresivitas.
Makanan-makanan berbahan dasar kedelai, termasuk tahu ternyata baik untuk meningkatkan libido. Demikian kesimpulan studi yang dilaporkan para peneliti dalam jurnal kesehatan Hormones and Behavior pada hari Rabu (21/11).
Studi ini merupakan yang pertama untuk melaporkan efek dari zat tumbuhan dan estrogennya (fitoestrogen) terhadap primata -relasi terdekat dari manusia. Studi yang menggunakan obyek studi monyet red colobus dari Uganda ini diharapkan bisa memperjelas fungsi makanan berbahan dasar kedelai pada manusia.
Menurut salah satu peneliti di McGill University, Michael Wasserman, studi ini merupakan yang pertama dilakukan di lingkungan yang dilakukan dekat dengan alam. Hal ini dilakukan untuk menciptakan kesan alami dalam pengukuran dampak langsung zat pada tumbuhan tadi terhadap fisiologi dan sikap primata terhadap sistem endokrin.
Penelitian ini menilai jumlah agresi (saling kejar antara monyet dan perkelahian), frekuensi perkawinan, juga penerimaan monyet luar ke dalam lingkaran pada monyet bila mereka mengkonsumsi zat tertentu yang ada pada kedelai.
Hasil pencatatan para peneliti ditemukan, ketika para monyet mengkonsumsi dedaunan yang tinggi kandungan fitoestrogen dan masih keluarga dekat dengan kedelai, yakni daun Millettia dura, maka level kortisol dan estradiolnya meningkat. Artinya, makin banyak makan daun tadi, makin agresif sikap para primata itu, makin sering pula melakukan hubungan seks.
Lebih mengejutkan para peneliti, justru dengan makin banyak makan estrogen dari tumbuhan, para hewan jantan yang diteliti makin menjadi bersikap macho, kebalikan dari yang diperkirakan.
Selama ini, makanan berbahan dasar kedelai digunakan untuk perempuan untuk membantu menambah asupan estrogen, supaya bisa mengurangi keluhan fisik akibat perubahan hormon di masa menopause.
Tak sedikit pula orang yang khawatir dengan kandungan estrogen tersebut bila dikonsumsi terlalu banyak pada anak maupun lelaki. Karenanya, para peneliti sepakat, butuh lebih banyak penelitian tentang makanan dari kedelai ini.
Nenek moyang kita mendapatkan nutrisi mereka dari tumbuhan liar tropis, dan perubahan biologis kita saat ini tak jauh dari mereka. Artinya, tetap akan ada kemiripan efek makanan alami terhadap tubuh kita meski sudah terjadi sejarah evolusi, kata para peneliti. Karenanya mereka menilai efek bahan dasar kedelai ini pada primata.
Karena masih tahap awal, belum ada laporan mengenai detail dan jumlah asupan makanan berbahan dasar kedelai yang akan memberi efek pada libido.
Makanan-makanan berbahan dasar kedelai, termasuk tahu ternyata baik untuk meningkatkan libido. Demikian kesimpulan studi yang dilaporkan para peneliti dalam jurnal kesehatan Hormones and Behavior pada hari Rabu (21/11).
Studi ini merupakan yang pertama untuk melaporkan efek dari zat tumbuhan dan estrogennya (fitoestrogen) terhadap primata -relasi terdekat dari manusia. Studi yang menggunakan obyek studi monyet red colobus dari Uganda ini diharapkan bisa memperjelas fungsi makanan berbahan dasar kedelai pada manusia.
Menurut salah satu peneliti di McGill University, Michael Wasserman, studi ini merupakan yang pertama dilakukan di lingkungan yang dilakukan dekat dengan alam. Hal ini dilakukan untuk menciptakan kesan alami dalam pengukuran dampak langsung zat pada tumbuhan tadi terhadap fisiologi dan sikap primata terhadap sistem endokrin.
Penelitian ini menilai jumlah agresi (saling kejar antara monyet dan perkelahian), frekuensi perkawinan, juga penerimaan monyet luar ke dalam lingkaran pada monyet bila mereka mengkonsumsi zat tertentu yang ada pada kedelai.
Hasil pencatatan para peneliti ditemukan, ketika para monyet mengkonsumsi dedaunan yang tinggi kandungan fitoestrogen dan masih keluarga dekat dengan kedelai, yakni daun Millettia dura, maka level kortisol dan estradiolnya meningkat. Artinya, makin banyak makan daun tadi, makin agresif sikap para primata itu, makin sering pula melakukan hubungan seks.
Lebih mengejutkan para peneliti, justru dengan makin banyak makan estrogen dari tumbuhan, para hewan jantan yang diteliti makin menjadi bersikap macho, kebalikan dari yang diperkirakan.
Selama ini, makanan berbahan dasar kedelai digunakan untuk perempuan untuk membantu menambah asupan estrogen, supaya bisa mengurangi keluhan fisik akibat perubahan hormon di masa menopause.
Tak sedikit pula orang yang khawatir dengan kandungan estrogen tersebut bila dikonsumsi terlalu banyak pada anak maupun lelaki. Karenanya, para peneliti sepakat, butuh lebih banyak penelitian tentang makanan dari kedelai ini.
Nenek moyang kita mendapatkan nutrisi mereka dari tumbuhan liar tropis, dan perubahan biologis kita saat ini tak jauh dari mereka. Artinya, tetap akan ada kemiripan efek makanan alami terhadap tubuh kita meski sudah terjadi sejarah evolusi, kata para peneliti. Karenanya mereka menilai efek bahan dasar kedelai ini pada primata.
Karena masih tahap awal, belum ada laporan mengenai detail dan jumlah asupan makanan berbahan dasar kedelai yang akan memberi efek pada libido.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




