Suriah Sebut Pemberontak Bisa Gunakan Senjata Kimia

Minggu, 9 Desember 2012 | 00:23 WIB
RN
B
Penulis: Ratna Nuraini | Editor: B1
Ledakan bom mobil, Rabu (28/11) meluluhlantakan distrik Jaramana, Damaskus yang dihuni komunitas minoritas Druze dan Kristen Suriah.
Ledakan bom mobil, Rabu (28/11) meluluhlantakan distrik Jaramana, Damaskus yang dihuni komunitas minoritas Druze dan Kristen Suriah. (AFP)
Kementerian itu mengirim surat terpisah kepada DK PBB dan Sekjen PBB Ban Ki-monn.

Suriah menyatakan kepada Perserikatan Bangsa Bangsa pada Sabtu bahwa pemberontak mungkin menggunakan senjata-senjata kimia setelah mereka menguasai pabrik klorin beracun di timur kota Aleppo.

"Kelompok-kelompok teroris mungkin menggunakan senjata-senjata kimia terhadap rakyat Suriah...setelah menguasai satu pabrik klorin beracun," kata Kementerian Luar Negero dan menambahkan Suriah tidak akan pernah menggunakan senjata-senjata kimia.

Pernyataan itu mungkin mengacu pada pabrik Perusahaan Kimia Suriah-Saudi (SYSACCO) dekat kota Safira, yang direbut awal pekan ini oleh para petempur pemberontak dari Front Al Nusra.

Pabrik ini, yang memperoduksi sodium Hidrosida dan klorida hidrogen, terletak di satu daerah pertanian dan mejadi sasaran keluhan-keluhan para petani karena mencemarkan pasokan air lokal.

Kementerian itu mengirim surat-surat terpisah kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekjen PBB Ban Ki-monn menegaskan bahwa Suriah "tidak akan menggunakan senjata-senjata kimia, jika mereka memilikinya." Suriah "membela rakyatnya dari terorisme, yang didukung oleh negara-negara terkenal, dengan Amerika Serikat di barisan terdepan," tambahnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon