Jembatan Cloud Computing Buatan Orang Indonesia

Rabu, 12 Desember 2012 | 14:10 WIB
DS
B
Penulis: Dyah Shinta | Editor: B1
Teknologi cloud computing DesktopIP diciptakan orang Indonesia Phidi Soepangkat. Dengan teknologi ini pengguna internet bisa mengakses sekaligus mengedit pekerjaan dari berbagai platform, baik PC, Ipad, Blackberry, Android atau smartphone lainnya.
Teknologi cloud computing DesktopIP diciptakan orang Indonesia Phidi Soepangkat. Dengan teknologi ini pengguna internet bisa mengakses sekaligus mengedit pekerjaan dari berbagai platform, baik PC, Ipad, Blackberry, Android atau smartphone lainnya. (Ulin Yusron/ Beritasatu.com)
Teknologi cloud computing DesktopIP diciptakan orang Indonesia, Phidi Soepangkat. Dengan teknologi ini pengguna internet bisa mengakses sekaligus mengedit pekerjaan dari berbagai platform, baik PC, Ipad, Blackberry, Android atau smartphone lainnya.

Dunia digital terus bergerak. Menyimpan file selain pakai hard disk bisa juga ditaruh di dunia maya.  Inilah yang disebut cloud computing. Ada banyak pilihan, sekedar menyebut Dropbox, GoogleDocs, iCloud dan lainnya. Pengguna layanan cloud computing terus meningkat. Dropbox misalnya mengklaim jumlah penggunanya kini sudah melampaui 100 juta. Konsumen Dropbox bisa menyimpan sebanyak 1 miliar file setiap hari.

Tapi dari semua layanan cloud computing itu, Anda tak bisa mengedit semua pekerjaan di semua platform. Kalau Anda menyimpan file word di komputer lalu menyimpannya di Dropbox, Anda tak bisa melanjutkan pekerjaan di BlackBerry bila tak punya program word.
  
Kelemahan ini ditangkap oleh Phidi Soepangkat yang mendirikan DesktopIP. Layanan yang ia buat memungkinkan orang yang bekerja dari berbagai device. Handphone, Ipad, Android bisa dibuat seperti personal computer. "Kita  tidak mengubah cara orang pakai komputer sehari-hari. Ikon diubah saja bisa marah. Rasa dalam menggunakan komputer itu yang kita layani. Semua komputer kita bisa diakses dari device apapun. Kita adjust saja," ujar Phidi kepada Beritasatu.com di sela-sela launching versi Beta DesktopIP di Sanur Bali, beberapa waktu lalu.

Phidi yang orang asli Indonesia itu awalnya berpikir kenapa tidak ada satu platform yang bisa mengakses pekerjaan dari mana saja. Semua aplikasi perangkat lunak dan file penting, dengan log in ke DesktopIP, bisa diakses di rumah, kantor atau selama perjalanan. Pengguna DesktopIP cukup log in lewat sebuah akun email yang akan menyambungkan ke akses ke virtual desktop pribadi Anda.

Desktop virtual ini bisa menggantikan komputer pribadi di mana semua hardware dan software berada pada pengguna laptop atau desktop. Dengan produk ini, semua hardware dan software berada pada server DesktopIP. Pelanggan yang telah berlangganan dapat mengakses semua data dengan aneka peralatan komunikasi yang berbasis internet, misalnya telepon seluler, Ipad, Blackberry, android, galaxy tab, laptop, PC, dan berbagai smartphone yang ada saat ini.

Rencananya produk ini akan dijual pada Maret 2013 dengan harga langganan US$50 per bulan. Pelanggan tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk pembelian software terlebih dahulu.  Pelanggan cukup  membayar biaya berlangganan untuk akses langsung ke software seperti office suite, dan beberapa software lainnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon