Faktor Distribusi Kartu Jakarta Sehat Terhambat
Rabu, 12 Desember 2012 | 16:41 WIB
Jokowi merencanakan menambah mesin pencetak kartu pada 2013. Sebab ditargetkan pada 2013, semua warga miskin memegang KJS.
Terbatasnya mesin pencetak Kartu Jakarta Sehat (KJS) menjadi penyebab terhambatnya distribusi KJS kepada warga Jakarta. Hal tersebut menyebabkan berkas-berkas pengajuan KJS baik di puskesmas maupun kelurahan menumpuk menunggu antrian untuk diproses pencetakan kartu.
Hal tersebut diakui Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bahwa ada sedikit kendala dalam pencetakan KJS sebab mesin yang ada hanya terbatas.
Karena itu, dia meminta warga tetap bersabar untuk mendapatkan kartu yang dapat memberikan fasilitas gratis pada akses kesehatan.
"Mesin pencetak KJS tidak bisa dengan cepat bekerja. Memang mesin pencetak kartunya ini tidak secepat yang diharapkan masyarakat. Jadi kalau memang masih menumpuk di puskesmas atau kelurahan, itu memang proses," kata Jokowi usai menghadiri Peresmian Pameran Crafina di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (12/12).
Untuk memaksimalkan pencetakan kartu tersebut, Jokowi merencanakan menambah mesin pencetak kartu pada tahun 2013. Sebab ditargetkan pada 2013, semua warga miskin di Jakarta telah memegang KJS.
Saat ini, dari 4,7 juta warga yang menjadi target KJS, baru 3.000 warga yang telah mendapatkan kartu tersebut.
Berdasarkan data dari Pemprov DKI Jakarta, warga miskin tercatat sebanyak 600.000. Selain itu, untuk warga rentan miskin mencapai 3,8 juta jiwa. Warga ini yang nantinya akan mendapatkan KJS.
"Kita akan membeli mesin baru. Dengan penambahan mesin baru, mudah-mudahan semua warga bisa mendapatkan KJS," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati membenarkan masih banyak kendala yang dihadapi dalam implementasi KJS dilapangan. Salah satu kendala yang dihadapi antara lain kartu dicetak langsung berdasarkan nama dan alamat warga. Kendala lainnya, di tahun 2012 ini tidak ada anggaran untuk pencetakan kartu.
Anggaran tersebut baru dialokasikan dalam APBD DKI 2013. Tahun 2013, kata Jokowi, anggaran yang disiapkan untuk biaya kesehatan warga Jakarta sebesar Rp 1,2 triliun.
Dengan adanya KJS ini, jumlah kunjungan pasien di puskesman meningkat hingga 50-70 persen dibandingkan hari biasanya. Karena itu Standar Pelayanan Minimum Puskesmas harus ditingkatkan karena jumlah pasien meningkat.
"Memang baru 3.000 kartu yang dibagikan kepada warga. Meski demikian, warga yang belum memiliki kartu tetap bisa berobat dengan menunjukan KTP DKI. Tidak perlu nunggu kartu, jika sakit tunjukan KTP saja. Pasti dilayani," jelasnya.
Terbatasnya mesin pencetak Kartu Jakarta Sehat (KJS) menjadi penyebab terhambatnya distribusi KJS kepada warga Jakarta. Hal tersebut menyebabkan berkas-berkas pengajuan KJS baik di puskesmas maupun kelurahan menumpuk menunggu antrian untuk diproses pencetakan kartu.
Hal tersebut diakui Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bahwa ada sedikit kendala dalam pencetakan KJS sebab mesin yang ada hanya terbatas.
Karena itu, dia meminta warga tetap bersabar untuk mendapatkan kartu yang dapat memberikan fasilitas gratis pada akses kesehatan.
"Mesin pencetak KJS tidak bisa dengan cepat bekerja. Memang mesin pencetak kartunya ini tidak secepat yang diharapkan masyarakat. Jadi kalau memang masih menumpuk di puskesmas atau kelurahan, itu memang proses," kata Jokowi usai menghadiri Peresmian Pameran Crafina di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (12/12).
Untuk memaksimalkan pencetakan kartu tersebut, Jokowi merencanakan menambah mesin pencetak kartu pada tahun 2013. Sebab ditargetkan pada 2013, semua warga miskin di Jakarta telah memegang KJS.
Saat ini, dari 4,7 juta warga yang menjadi target KJS, baru 3.000 warga yang telah mendapatkan kartu tersebut.
Berdasarkan data dari Pemprov DKI Jakarta, warga miskin tercatat sebanyak 600.000. Selain itu, untuk warga rentan miskin mencapai 3,8 juta jiwa. Warga ini yang nantinya akan mendapatkan KJS.
"Kita akan membeli mesin baru. Dengan penambahan mesin baru, mudah-mudahan semua warga bisa mendapatkan KJS," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati membenarkan masih banyak kendala yang dihadapi dalam implementasi KJS dilapangan. Salah satu kendala yang dihadapi antara lain kartu dicetak langsung berdasarkan nama dan alamat warga. Kendala lainnya, di tahun 2012 ini tidak ada anggaran untuk pencetakan kartu.
Anggaran tersebut baru dialokasikan dalam APBD DKI 2013. Tahun 2013, kata Jokowi, anggaran yang disiapkan untuk biaya kesehatan warga Jakarta sebesar Rp 1,2 triliun.
Dengan adanya KJS ini, jumlah kunjungan pasien di puskesman meningkat hingga 50-70 persen dibandingkan hari biasanya. Karena itu Standar Pelayanan Minimum Puskesmas harus ditingkatkan karena jumlah pasien meningkat.
"Memang baru 3.000 kartu yang dibagikan kepada warga. Meski demikian, warga yang belum memiliki kartu tetap bisa berobat dengan menunjukan KTP DKI. Tidak perlu nunggu kartu, jika sakit tunjukan KTP saja. Pasti dilayani," jelasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




