Jasa Marga Bakal Geluti Bisnis Properti Mulai 2013

Rabu, 26 Desember 2012 | 14:08 WIB
I
WP
Ilustrasi petugas Jasa Marga di jalan tol.
Ilustrasi petugas Jasa Marga di jalan tol. (JG Photo/ Afriadi Hikmal)
Properti yang akan dibangun tidak terlepas dari integrasi dengan pembangunan jalan tol.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk pada 2013 mendirikan anak usaha di bidang properti dengan dana awal Rp 50 miliar. Bisnis tersebut untuk memaksimalkan lahan yang kini dimiliki badan usaha milik negara (BUMN) tersebut.

"Ada beberapa lahan yang akan kami garap, mulai di Surabaya, Jakarta, Bandung dan beberapa lokasi lainnya," kata Adityawarman, Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk seperti dilansir laman Investor Daily.

Menurut dia, rencana pengembangan properti tersebut dalam rangka untuk memaksimalkan lahan yang dimiliki Jasa Marga di beberapa kota, khususnya yang berdekatan dengan jalan tol.

Saat ini, kata dia, pihaknya masih membahas bersama para ahli properti tentang segmen dan manajemen yang tepat. Setelah selesai penelitian tersebut akan dibentuk anak usaha.

"Tentu kami tidak mungkin mengalahkan pengembang properti sekelas Agung Podomoro ataupun Summarecon atau pengembang besar lainnya yang lebih dulu bergerak di bisnis properti," ujar dia.

Pada prinsipnya, kata mantan Direktur Operasi PT CMNP tersebut, pengembangan properti tersebut terkait dengan pembangunan jalan tol yang saat ini dimiliki oleh Jasa Marga.

"Dasar kami adalah jalan tol, tentu properti yang dibangun tidak terlepas juga dari pembangunan terintegrasi properti dan jalan tol," jelasnya.

Dia juga belum memastikan segmen properti yang bakal dibidik. Pembahasan dengan pakar properti masih meneliti segmen perhotelan, kondotel, apartemen, atau residensial.

"Kami belum tahu bentuknya seperti apa, nanti ahlinya yang akan bicara. Mudah-mudahan kuartal pertama 2013 sudah selesai dan terbentuk anak usahanya. Saat ini masih berbentuk
unit bisnis," kata dia.

Soal rencana kerjasama dengan BUMN lainnya, kata Adityawarman, pihaknya mesti melihat peluang bisnis yang ada.

"Bila memang harus sinergi tentu bisa saja dilakukan, tapi saat ini kami masih menunggu hasil dari tim ahli kami," kilahnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon