PAN dan PKS Optimistis Hadapi Pemilu 2014
Selasa, 8 Januari 2013 | 14:46 WIB
"Siapa pun yang mampu membangun diferensiasi dengan partai lain, itu yang akan dipilih."
Pascadinyatakan lolos verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa optimistis melanjutkan proses persiapan demi memenangkan Pemilu 2014.
Ketua DPP PAN bidang Politik, Bima Arya Sugiharto, mengatakan bahwa partainya sudah siap menghadapi pertarungan politik di Pemilu 2014.
"Secara organisatoris, kita sudah siap. Tinggal berjuang secara politik. Pertarungan politik di 2014 akan semakin ketat. Sebab, jumlah partai politik yang ikut Pemilu yang semakin sedikit. Siapa pun yang mampu membangun diferensiasi dengan partai lain, itu yang akan dipilih," kata Bima Arya, di Jakarta, Selasa (8/1).
Bima Arya melanjutkan, secara teori, jumlah parpol yang lebih sedikit tersebut akan berpengaruh pada aspek teknis dan kualitatif. "Karenanya, parpol (peserta Pemilu) harus membangun diferensiasi dalam bentuk program," ujarnya.
Sementara itu, Wasekjen PKS, Mahfudz Siddik, mengatakan bahwa pihaknya pun percaya diri akan tetap bisa memenuhi syarat untuk mendudukkan anggotanya di parlemen, karena sudah terbukti lolos di dua pemilu terakhir.
Dia juga mengklaim, infrastruktur dan organisasional kepengurusan partainya sudah terpenuhi dan kuat.
"Tinggal sekarang kami meningkatkan lagi kesiapan untuk kontestasi itu, dimulai dengan penyelesaian daftar caleg sementara. Sejauh ini, (prosesnya sudah) hampir 90 persen. Tinggal finalisasinya dalam waktu dekat," ujarnya.
Pascadinyatakan lolos verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa optimistis melanjutkan proses persiapan demi memenangkan Pemilu 2014.
Ketua DPP PAN bidang Politik, Bima Arya Sugiharto, mengatakan bahwa partainya sudah siap menghadapi pertarungan politik di Pemilu 2014.
"Secara organisatoris, kita sudah siap. Tinggal berjuang secara politik. Pertarungan politik di 2014 akan semakin ketat. Sebab, jumlah partai politik yang ikut Pemilu yang semakin sedikit. Siapa pun yang mampu membangun diferensiasi dengan partai lain, itu yang akan dipilih," kata Bima Arya, di Jakarta, Selasa (8/1).
Bima Arya melanjutkan, secara teori, jumlah parpol yang lebih sedikit tersebut akan berpengaruh pada aspek teknis dan kualitatif. "Karenanya, parpol (peserta Pemilu) harus membangun diferensiasi dalam bentuk program," ujarnya.
Sementara itu, Wasekjen PKS, Mahfudz Siddik, mengatakan bahwa pihaknya pun percaya diri akan tetap bisa memenuhi syarat untuk mendudukkan anggotanya di parlemen, karena sudah terbukti lolos di dua pemilu terakhir.
Dia juga mengklaim, infrastruktur dan organisasional kepengurusan partainya sudah terpenuhi dan kuat.
"Tinggal sekarang kami meningkatkan lagi kesiapan untuk kontestasi itu, dimulai dengan penyelesaian daftar caleg sementara. Sejauh ini, (prosesnya sudah) hampir 90 persen. Tinggal finalisasinya dalam waktu dekat," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




