Mabes Polri : Pelaku Bom ATM Makassar Kenakan Helm
Selasa, 15 Januari 2013 | 15:46 WIB
Polisi baru memeriksa empat saksi yang terdiri dari petugas security dan pemilik toko di sekitar lokasi kejadian.
Penyidikan kasus perusakan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Mandiri, Cabang Daya, di depan Perumahan Bukit Khatulistiwa, Km 12, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang terjadi Senin (14/1) sekitar pukul 02.00 Wita lalu, masih gelap.
Polisi baru dapat memeriksa empat saksi yang terdiri dari petugas security dan pemilik toko di sekitar lokasi kejadian.
Polisi juga baru memeriksa rekaman CCTV dalam peristiwa yang tidak menimbulkan korban jiwa dan diperkirakan tidak bermotif pencurian uang itu.
"Dari rekaman CCTV, terlihat ada seseorang yang masuk (ke bilik) dengan mengenakan helm, sehingga tak terlihat wajahnya. Dia lalu menyiramkan sesuatu ke lantai dasar (bilik), terjadi kebakaran, dan lalu ledakan," kata Kabag Penum Polri, Kombes Agus Rianto, di Mabes Polri, Selasa (15/1).
Dikatakan Agus, pelaku tampak menggunakan korek api, dengan tinggi badan antara 167-170 cm, mengenakan kaos putih dan jaket.
Usai menyalakan api, pelaku kemudian lari keluar, di mana ada seorang pelaku lainnya yang tengah menunggu di sepeda motor.
"Seperti kita katakan kemarin, ada botol air mineral dan bensin (di bilik ATM). Namun dari mana ledakan itu berasal, itu yang masih kita dalami. Apakah dari bahan peledak atau benda lain seperti kompresor AC yang memang ada di sana," bebernya.
Sebagaimana diberitakan, peristiwa ini bermula saat seorang satpam mendengar suara yang cukup keras.
Sebelumnya dia menduga suara itu adalah suara kecelakaan mobil. Namun saat melihat kondisi ATM yang kacanya pecah dan terbakar, dia pun sadar suara itu berasal dari bilik ATM.
Petugas security itu pun berusaha memadamkan api dan melaporkan hal ini ke Polrestabes Makassar.
Polisi juga belum bisa memastikan apakah kasus ini berhubungan dengan kegiatan lain seperti Pemilukada Sulsel yang digelar pada 22 Januari, atau bahkan apakah terkait terorisme.
Meskipun begitu, indikasi jika kasus ini terkait terorisme sangat tipis. Hal itu karena perbedaan karakteristik dengan bom rakitan milik pelaku teror yang menggunakan pipa, zat kimia, detonator, dan batu baterai.
Penyidikan kasus perusakan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Mandiri, Cabang Daya, di depan Perumahan Bukit Khatulistiwa, Km 12, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang terjadi Senin (14/1) sekitar pukul 02.00 Wita lalu, masih gelap.
Polisi baru dapat memeriksa empat saksi yang terdiri dari petugas security dan pemilik toko di sekitar lokasi kejadian.
Polisi juga baru memeriksa rekaman CCTV dalam peristiwa yang tidak menimbulkan korban jiwa dan diperkirakan tidak bermotif pencurian uang itu.
"Dari rekaman CCTV, terlihat ada seseorang yang masuk (ke bilik) dengan mengenakan helm, sehingga tak terlihat wajahnya. Dia lalu menyiramkan sesuatu ke lantai dasar (bilik), terjadi kebakaran, dan lalu ledakan," kata Kabag Penum Polri, Kombes Agus Rianto, di Mabes Polri, Selasa (15/1).
Dikatakan Agus, pelaku tampak menggunakan korek api, dengan tinggi badan antara 167-170 cm, mengenakan kaos putih dan jaket.
Usai menyalakan api, pelaku kemudian lari keluar, di mana ada seorang pelaku lainnya yang tengah menunggu di sepeda motor.
"Seperti kita katakan kemarin, ada botol air mineral dan bensin (di bilik ATM). Namun dari mana ledakan itu berasal, itu yang masih kita dalami. Apakah dari bahan peledak atau benda lain seperti kompresor AC yang memang ada di sana," bebernya.
Sebagaimana diberitakan, peristiwa ini bermula saat seorang satpam mendengar suara yang cukup keras.
Sebelumnya dia menduga suara itu adalah suara kecelakaan mobil. Namun saat melihat kondisi ATM yang kacanya pecah dan terbakar, dia pun sadar suara itu berasal dari bilik ATM.
Petugas security itu pun berusaha memadamkan api dan melaporkan hal ini ke Polrestabes Makassar.
Polisi juga belum bisa memastikan apakah kasus ini berhubungan dengan kegiatan lain seperti Pemilukada Sulsel yang digelar pada 22 Januari, atau bahkan apakah terkait terorisme.
Meskipun begitu, indikasi jika kasus ini terkait terorisme sangat tipis. Hal itu karena perbedaan karakteristik dengan bom rakitan milik pelaku teror yang menggunakan pipa, zat kimia, detonator, dan batu baterai.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




