Jokowi Gelar Rakor Darurat Banjir

Minggu, 20 Januari 2013 | 12:37 WIB
S
B
Penulis: Suara Pembaruan/ DMP/ AYI | Editor: B1
Jokowi saat melakukan peninjauan ke tanggul Latuharhary yang jebol, Jumat (18/1).
Jokowi saat melakukan peninjauan ke tanggul Latuharhary yang jebol, Jumat (18/1). (Deti Mega/ Suara Pembaruan)
Jokowi menekankan kepada jajarannya untuk secara cepat menyampaikan informasi penting yang terjadi di masyarakat kepada dirinya

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) melakukan rapat koordinasi darurat bersama dengan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam rangka tanggap darurat yang diterapkan di Ibukota, Minggu (20/1).

Dalam rapat tersebut, Jokowi menekankan kepada jajarannya untuk secara cepat menyampaikan informasi penting yang terjadi di masyarakat kepada dirinya. Pasalnya, hingga detik ini dirinya belum menerima laporan dari jajarannya di bawah secara langsung mengenai kesulitan yang dihadapi di lapangan. Kendati dirinya menilai bahwa pengelolaan bencana ini sudah baik dilakukan.

"Lapangan yang saya lihat sementara ini masih dikelola dengan baik. Hanya saya ingin agar kesulitan-kesulitan yang ada di lapangan bisa disampaikan secara cepat ke atas. Sampai detik ini saya belum pernah ditelepon karena adanya keluhan-keluhan di bawah," ujar Jokowi dalam rapat koordinasi, di Balai Kota, Minggu (20/1).

Jokowi mengatakan, jangan sampai dirinya tidak menerima telepon dari bawahannya tersebut dikarenakan tidak adanya masalah di lapangan yang dihadapi, tetapi justru ada ketakutan yang dirasakan. Ia berpesan supaya segera menyampaikan masalah-masalah penting dan bersifat urgent kepada dirinya.

"Tapi hal-hal penting yang nqntinya ada kegaduhan di masyarakat tolong disampaikan. Langsung ke saya saja kalau itu hal yang sangat penting. Ini masalah darurat," pesan Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga meminta kepada jajarannya untuk dapat memperhatikan isu-isu besar yang dihadapi masyarakat seperti yang telah terjadi di Bundaran HI dan sekitarnya yang sempat menjadi sungai dadakan akibat jebolnya bendungan Banjir Kanal Barat (BKB) di Latuharhari, pada Kamis (17/1) lalu. Hal-hal yang bersifat seperti itu, supaya menjadi fokus pengerjaan pihaknya untuk menghindari kejadian yang lebih buruk lagi.

"Hal-hal seperti itu yang mungkin bisa saya berikan contoh. Mungkin di daerah-daerah ada juga seperti ini yang mungkin saya tidak dengar. Kalau ada hal-hal seperti itu, tolong diberitahukan," kata Jokowi.

Hal-hal menyangkut adanya korban jiwa seperti yang terjadi di Plaza UOB pun dikatakan Jokowi seharusnya langsung dilakukan penyedotan air, jika dipastikan sudah ada yang terjebak. Dengan demikian hal tersebut bisa menjadi konsentrasi utama, karena ia menyebutkan bahwa keselamatan manusia menjadi prioritas nomor satu.

Jokowi melakukan rapat koordinasi darurat di Balai Agung bersama SKPD, Sekretaris Daerah (Sekda) Fadjar Panjaitan, Kepala Bappeda Sarwo Handhayani, dan beberapa kepala dinas seperti Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta Ery Basworo, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emawati, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Catharina Suryowati, serta para lurah, camat, dan walikota se-Jakarta.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon