Kemenakertrans Akan Ambil Alih Kasus Luviana

Senin, 21 Januari 2013 | 20:00 WIB
MA
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho/ AYI | Editor: B1
Kepastian itu disampaikan oleh Menakertrans, Muhaimin Iskandar, setelah bertemu dengan Luviana

Kasus sengketa ketenagakerjaan mantan jurnalis Metro TV Luviana akan  diambil alih langsung oleh pimpinan Kementerian Tenaga Kerja dan  Transmigrasi (Kemenakertrans).
 
Kepastian itu disampaikan oleh Menakertrans, Muhaimin Iskandar, setelah bertemu dengan Luviana di sela rapat dengan Komisi IX DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/1).
 
Dalam pertemuan itu, Luviana mengadukan nasibnya yang tak jelas setelah  dipecat tanpa alasan yang jelas oleh manajemen stasiun televisi Metro TV, yang dimiliki Surya Paloh (SP) sebagai Ketua  Majelis Nasional. Dalam pertemuan itu, sejumlah anggota Komisi IX DPR juga hadir.
 
"Karena sudah dijalani Dinas dan perkaranya tidak berjalan, maka akan kami tarik. Mungkin kami akan cari mediator baru supaya ada jalan baru," kata Muhaimin.
 
Dia juga berjanji akan menginstuksikan pihak manajemen stasiun televisi  Metro TV untuk segera membayar gaji Luviana sebanyak enam bulan kerja.
 
Sementara itu Kuasa hukum Luviana, Maruli Rajagukguk mengatakan bahwa pihaknya akan terus menagih janji Muhaimin.
 
"Menakertrans akan memastikan upah kerja Luviana selama enam bulan harus  dibayarkan, sejak juni sampai saat ini. Menakertrans juga akan ambil alih kasus ini, karena Kepala Sudin Menaker Jakarta Barat tidak kredibel,"  jelas Maruli.
 
Luviana masih terus memperjuangkan hak-haknya sebagai karyawan yang  diputuskan hubungan kerjanya secara sepihak oleh stasiun televisi Metro  TV.
 
Pada Rabu (16/1) kemarin, sejumlah demonstran mendatangi kantor Partai  Nasdem untuk memperjuangkan hak Luviana yang diberhentikan secara sepihak oleh Metro TV. Alasan pendemo menggelar aksi di depan kantor Nasdem karena Surya Paloh berkantor di Gedung Nasdem.
 
Ketika demonstran melakukan aksinya di kantor Nasdem itu, sempat terjadi  ketegangan. Sekitar 30 orang mengusir massa demonstran dengan merusak  mobil komando demonstran hingga hampir membakar mobil tersebut.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon