Sharapova: Hari Ini Li Na Lebih Agresif dari Saya
Kamis, 24 Januari 2013 | 21:06 WIB
"Ya. Tidak ada alasan kenapa dia tidak bisa menang (atas Victoria Azarenka)."
Dalam 11 hari terakhir, atau terhitung sejak dimulainya Australia Terbuka 2013, Maria Sharapova kerap tampak dalam suasana hati gembira. Dia bahkan hampir selalu membagi-bagikan makanan atau cemilan kecil kepada bayak orang, mulai dari permen, donat, hingga roti-roti kecil. Tapi pada hari ini, Kamis (24/1), acara "bagi-bagi" itu pun berhenti.
Itulah barangkali salah satu dampak dari kekalahan Sharapova, salah satu unggulan kuat juara tunggal putri Australia Terbuka kali ini, pada laga semifinal. Sang petenis unggulan kedua asal Rusia dikalahkan oleh petenis andalan China, Li Na (unggulan ke-6), dengan skor telak 6-2 dan 6-2.
Seberapa kecewakah Sharapova? Berikut petikan salah satu wawancara khusus dengan sang atlet, sebagaimana dimuat oleh situs resmi Australia Terbuka 2013:
Apakah anda merasa Li (Na) yang bermain bagus sekali hari ini, atau anda yang kurang agresif?
Yeah, saya rasa kombinasi dari keduanya. Saya kira dia (Li Na) telah menampilkan permainan yang hebat. Dia jelas jauh lebih agresif ketimbang saya, dan menguasai irama pertandingan. Saya hampir selalu harus bertahan.
Saat saya mempunyai kesempatan dan pegang breakpoints dalam game-game yang harus melalui deuce, saya kira (nyatanya) tidak ada yang berhasil saya manfaatkan hari ini.
Anda menganggap dia (Li Na) punya potensi untuk menang di final?
Ya. Tidak ada alasan kenapa dia tidak bisa menang (atas Victoria Azarenka).
Orang akan melihat pada pertandingan anda sebelumnya, dan mungkin berpikir anda tak sempat menjalani tes (kemampuan) yang memadai. Anda sependapat dengan itu?
Yeah. (Tapi) Saya tak bisa berpikir seperti itu. Saya jelas tidak bisa menggunakan itu sebagai alasan. Saat saya menjalani setiap pertandingan, saya mencoba menang dengan skor terbaik yang saya bisa. Itu target saya.
Seperti pernah saya sebutkan, dan saya katakan lagi, jika saya diuji (dengan lawan berat), saya harus bisa melaluinya. Dan, ya, itu akan bagus. Jika saya bisa menang dengan skor yang bagus, lanjut ke pertandingan berikutnya, dan mencoba lagi hal yang sama.
Hari ini, seperti saya bilang, saya rasa saya sudah mendapatkan peluang saya sendiri. Bukannya sama sekali tidak ada (peluang itu). Hanya saja, saya tak bisa memanfaatkannya (menjadi kemenangan) hari ini.
Apakah anda merasa sedikit 'datar' hari ini, tidak begitu bersemangat mungkin?
Ya, saya rasa (pertandingan) hari ini juga berkat kombinasi permainannya (Li Na). Seperti saya katakan tadi, dia tampil agresif, memegang bola pertama, dan berhasil melakukan sesuatu dengannya. Dan ketika saya mencobanya, saya malah membuat terlalu banyak kesalahan sendiri.
Anda telah sering sekali bertanding dengannya. Apakah penampilannya tadi sama dengan yang anda lihat selama ini?
Yeah, dia (tadi) menampilkan permainan tenis yang benar-benar penuh percaya diri. Saya kira dia memang bermain sangat bagus, mungkin yang terbaik sejauh ini dalam pertandingan melawan saya.
Anda berdua juga sudah saling mengenal satu sama lain. Di laga ini, apakah menurut anda taktiknya cukup anda kenal, servisnya, pukulan forehand-nya? Apakah tetap gaya permainan yang sama?
Yeah, agar anda tahu, dalam tenis, kadang ini bukan soal apa yang anda kenal baik atau tidak. Kadang anda hanya harus memanfaatkan semua kesempatan yang datang dan menjadikannya pertarungan. Saat lawan anda selalu lebih bagus dan di depan, akan selalu lebih mudah secara mental bagi mereka untuk menjaga ritmenya.
Jika saja saya bisa memanfaatkan kesempatan dan mengeluarkan "taringku" sendiri, dan membuat pertadingan sedikit lebih berat baginya, saya yakin dia akan perlu lebih banyak berpikir. Tapi saya jelas (tadi) tidak membuatnya perlu banyak berpikir.
Seberapa mengecewakannya (hasil) ini bagi anda? Anda jelas menginginkan bisa memenangi semuanya.
Tak perlu diragukan lagi itu. Tapi ini adalah tenis. Anda bisa saja kalah di satu pertandingan, dan segera beranjak ke pertandingan berikutnya. Saya sudah pernah merasakan ini sebelumnya. Dan saya bisa melewatinya. Saya kuat. Saya tidak khawatir untuk melanjutkan dan terus berlatih, bekerja keras untuk bisa lebih cepat, lebih baik, memperbaiki kemampuan dalam saat-saat seperti ini, dan saat saya punya kesempatan lagi, saya akan mengambilnya.
Apakah cuaca panas jadi salah satu faktor (kekalahan anda) juga hari ini?
Tidak ada masalah. Cuacanya, ya, seperti itulah. Saya tumbuh bertahun-tahun di Florida. Saya pun masih berlatih di sana. Saya sudah terbiasa dengan kondisi udara yang cukup panas.
Li Na tampil agresif dan langsung memimpin dengan cepat di set pertama. Apakah (saat itu) anda sempat berpikir untuk melakukan penyesuaian (permainan)?
Dia selalu sedikit lebih unggul. Sedari awal, dia sudah memimpin. Itulah kenapa saya bilang saya tak sempat memberinya banyak hal yang perlu dipikirkan, sebab dia selalu lebih unggul. Dan itu hal yang sulit, karena anda harus menghadapi seorang lawan yang bermain bagus dan menampilkan permainan agresif dan percaya diri.
Dan, yeah, inilah salah satu dari hari-hari (mengecewakan) itu.
Dengan juga tersingkirnya Serena (Williams), apakah anda menilai ini juga merupakan kesempatan yang hilang (bagi anda)?
Tentu saja tidak. Saya rasa, seorang juara selalu ingin menghadapi yang terbaik. Itulah yang membuat olahraga ini menyenangkan dan menggairahkan. Anda akan selalu ingin menghadapi yang terbaik.
Jika seseorang (petenis) takut ke pertandingan demi menghadapi tantangan itu, maka itu berarti dia tak berkualitas. Saya sendiri senang bertanding dan bersaing dengan para petenis terhebat di dunia. Dan seperti anda tahu, hari ini adalah Li Na.
Sabtu (di final) saya tidak bertanding, jadi saya tidak begitu peduli siapa yang kalah atau menang di laga (semifinal) lainnya.
Bagaimana anda melihat level permainan Li Na saat ini? Pemain lima besar yang kuat, ataukah (dia) calon petenis nomor satu?
Perhitungan matematis; saya tak pernah bagus dalam hal itu.
Berdasarkan permainannya hari ini, dia tampil dengan hebat sekali. Saya tidak begitu tahu peringkatnya saat ini, tapi dia jelas telah melaju ke final sebuah grand slam (hari ini). Saya sudah katakan itu sebelumnya. Tentu, kita juga memerhatikan rangking dan hal lain. Tapi semakin banyak pertandingan yang kita menangi, semakin besar peluang kita untuk menjadi petenis nomor satu.
Apakah anda berharap anda seharusnya tampil lebih baik hari ini?
Ya, tentu saja.
Apa turnamen yang akan anda ikuti berikutnya?
Itu pertanyaan yang bagus. Saya kira Doha (Open), atau mungkin Dubai. Saya pikir Doha. (Yah) Saya tak yakin. Saya benar-benar tak punya petunjuk [sambil tersenyum].
Dalam 11 hari terakhir, atau terhitung sejak dimulainya Australia Terbuka 2013, Maria Sharapova kerap tampak dalam suasana hati gembira. Dia bahkan hampir selalu membagi-bagikan makanan atau cemilan kecil kepada bayak orang, mulai dari permen, donat, hingga roti-roti kecil. Tapi pada hari ini, Kamis (24/1), acara "bagi-bagi" itu pun berhenti.
Itulah barangkali salah satu dampak dari kekalahan Sharapova, salah satu unggulan kuat juara tunggal putri Australia Terbuka kali ini, pada laga semifinal. Sang petenis unggulan kedua asal Rusia dikalahkan oleh petenis andalan China, Li Na (unggulan ke-6), dengan skor telak 6-2 dan 6-2.
Seberapa kecewakah Sharapova? Berikut petikan salah satu wawancara khusus dengan sang atlet, sebagaimana dimuat oleh situs resmi Australia Terbuka 2013:
Apakah anda merasa Li (Na) yang bermain bagus sekali hari ini, atau anda yang kurang agresif?
Yeah, saya rasa kombinasi dari keduanya. Saya kira dia (Li Na) telah menampilkan permainan yang hebat. Dia jelas jauh lebih agresif ketimbang saya, dan menguasai irama pertandingan. Saya hampir selalu harus bertahan.
Saat saya mempunyai kesempatan dan pegang breakpoints dalam game-game yang harus melalui deuce, saya kira (nyatanya) tidak ada yang berhasil saya manfaatkan hari ini.
Anda menganggap dia (Li Na) punya potensi untuk menang di final?
Ya. Tidak ada alasan kenapa dia tidak bisa menang (atas Victoria Azarenka).
Orang akan melihat pada pertandingan anda sebelumnya, dan mungkin berpikir anda tak sempat menjalani tes (kemampuan) yang memadai. Anda sependapat dengan itu?
Yeah. (Tapi) Saya tak bisa berpikir seperti itu. Saya jelas tidak bisa menggunakan itu sebagai alasan. Saat saya menjalani setiap pertandingan, saya mencoba menang dengan skor terbaik yang saya bisa. Itu target saya.
Seperti pernah saya sebutkan, dan saya katakan lagi, jika saya diuji (dengan lawan berat), saya harus bisa melaluinya. Dan, ya, itu akan bagus. Jika saya bisa menang dengan skor yang bagus, lanjut ke pertandingan berikutnya, dan mencoba lagi hal yang sama.
Hari ini, seperti saya bilang, saya rasa saya sudah mendapatkan peluang saya sendiri. Bukannya sama sekali tidak ada (peluang itu). Hanya saja, saya tak bisa memanfaatkannya (menjadi kemenangan) hari ini.
Apakah anda merasa sedikit 'datar' hari ini, tidak begitu bersemangat mungkin?
Ya, saya rasa (pertandingan) hari ini juga berkat kombinasi permainannya (Li Na). Seperti saya katakan tadi, dia tampil agresif, memegang bola pertama, dan berhasil melakukan sesuatu dengannya. Dan ketika saya mencobanya, saya malah membuat terlalu banyak kesalahan sendiri.
Anda telah sering sekali bertanding dengannya. Apakah penampilannya tadi sama dengan yang anda lihat selama ini?
Yeah, dia (tadi) menampilkan permainan tenis yang benar-benar penuh percaya diri. Saya kira dia memang bermain sangat bagus, mungkin yang terbaik sejauh ini dalam pertandingan melawan saya.
Anda berdua juga sudah saling mengenal satu sama lain. Di laga ini, apakah menurut anda taktiknya cukup anda kenal, servisnya, pukulan forehand-nya? Apakah tetap gaya permainan yang sama?
Yeah, agar anda tahu, dalam tenis, kadang ini bukan soal apa yang anda kenal baik atau tidak. Kadang anda hanya harus memanfaatkan semua kesempatan yang datang dan menjadikannya pertarungan. Saat lawan anda selalu lebih bagus dan di depan, akan selalu lebih mudah secara mental bagi mereka untuk menjaga ritmenya.
Jika saja saya bisa memanfaatkan kesempatan dan mengeluarkan "taringku" sendiri, dan membuat pertadingan sedikit lebih berat baginya, saya yakin dia akan perlu lebih banyak berpikir. Tapi saya jelas (tadi) tidak membuatnya perlu banyak berpikir.
Seberapa mengecewakannya (hasil) ini bagi anda? Anda jelas menginginkan bisa memenangi semuanya.
Tak perlu diragukan lagi itu. Tapi ini adalah tenis. Anda bisa saja kalah di satu pertandingan, dan segera beranjak ke pertandingan berikutnya. Saya sudah pernah merasakan ini sebelumnya. Dan saya bisa melewatinya. Saya kuat. Saya tidak khawatir untuk melanjutkan dan terus berlatih, bekerja keras untuk bisa lebih cepat, lebih baik, memperbaiki kemampuan dalam saat-saat seperti ini, dan saat saya punya kesempatan lagi, saya akan mengambilnya.
Apakah cuaca panas jadi salah satu faktor (kekalahan anda) juga hari ini?
Tidak ada masalah. Cuacanya, ya, seperti itulah. Saya tumbuh bertahun-tahun di Florida. Saya pun masih berlatih di sana. Saya sudah terbiasa dengan kondisi udara yang cukup panas.
Li Na tampil agresif dan langsung memimpin dengan cepat di set pertama. Apakah (saat itu) anda sempat berpikir untuk melakukan penyesuaian (permainan)?
Dia selalu sedikit lebih unggul. Sedari awal, dia sudah memimpin. Itulah kenapa saya bilang saya tak sempat memberinya banyak hal yang perlu dipikirkan, sebab dia selalu lebih unggul. Dan itu hal yang sulit, karena anda harus menghadapi seorang lawan yang bermain bagus dan menampilkan permainan agresif dan percaya diri.
Dan, yeah, inilah salah satu dari hari-hari (mengecewakan) itu.
Dengan juga tersingkirnya Serena (Williams), apakah anda menilai ini juga merupakan kesempatan yang hilang (bagi anda)?
Tentu saja tidak. Saya rasa, seorang juara selalu ingin menghadapi yang terbaik. Itulah yang membuat olahraga ini menyenangkan dan menggairahkan. Anda akan selalu ingin menghadapi yang terbaik.
Jika seseorang (petenis) takut ke pertandingan demi menghadapi tantangan itu, maka itu berarti dia tak berkualitas. Saya sendiri senang bertanding dan bersaing dengan para petenis terhebat di dunia. Dan seperti anda tahu, hari ini adalah Li Na.
Sabtu (di final) saya tidak bertanding, jadi saya tidak begitu peduli siapa yang kalah atau menang di laga (semifinal) lainnya.
Bagaimana anda melihat level permainan Li Na saat ini? Pemain lima besar yang kuat, ataukah (dia) calon petenis nomor satu?
Perhitungan matematis; saya tak pernah bagus dalam hal itu.
Berdasarkan permainannya hari ini, dia tampil dengan hebat sekali. Saya tidak begitu tahu peringkatnya saat ini, tapi dia jelas telah melaju ke final sebuah grand slam (hari ini). Saya sudah katakan itu sebelumnya. Tentu, kita juga memerhatikan rangking dan hal lain. Tapi semakin banyak pertandingan yang kita menangi, semakin besar peluang kita untuk menjadi petenis nomor satu.
Apakah anda berharap anda seharusnya tampil lebih baik hari ini?
Ya, tentu saja.
Apa turnamen yang akan anda ikuti berikutnya?
Itu pertanyaan yang bagus. Saya kira Doha (Open), atau mungkin Dubai. Saya pikir Doha. (Yah) Saya tak yakin. Saya benar-benar tak punya petunjuk [sambil tersenyum].
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




