Drama Penyanderaan di AS oleh Veteran Perang Vietnam
Kamis, 31 Januari 2013 | 11:28 WIB
Anak TK umur 6 tahun masih disandera pria bersenjata.
Seorang veteran perang Vietnam membajak bus sekolah di Alabama, Amerika Serikat, dan membunuh sopirnya, kemudian menyandera seorang anak umur 6 tahun di sebuah bungker. Hingga Rabu malam waktu setempat (Kamis pagi WIB), drama penyanderaan ini masih berlangsung.
Aparat kemanan dari berbagai lembaga di Amerika mengepung bungker itu di Midland City, namun mereka tidak memberi informasi tentang perkembangan penyaderaan yang sudah berlangsung dua hari.
Otoritas mengatakan sopir bus bernama Charles Albert Poland Jr., 66, dan dibunuh saat mengantar pulang lebih dari 20 anak sekolah Selasa lalu.
Tersangka menuntut sopir menurunkan satu anak namun ditolak. Lalu pria bersenjata itu naik ke bus dan menembak dia, sebelum akhirnya menyandera satu siswa taman kanak-kanak dan kabur dari lokasi.
Semua upaya negosiasi atau operas pembebasan sandera masih dirahasiakan.
Seorang anggota DPR Alabama, Steve Clouse, mengatakan sandera mengidap sakit Asperger Sindrom namun sudah menapatkan pengobatan selagi masih ditahan tersangka.
Menurut beberapa informasi yang beredar, penyandera bernama Jimmy Lee Dykes, 65.
Seorang penyidik bernama Tim Byrd mengatakan Dykes adalah orang yang anti pemerintah.
"Dia tidak pernah bersosialisasi atau behrubungan dengan orang lain," kata Byrd.
James Edward Davis, seroang tetangganya, mengatakan Dykes pernah ditahan karena pada 10 Desember 2012 menodongkan senjata pada dia dan anak perempuannya. Mereka bertengkar karena Davis dituduh melewati wilayahnya dengan mobil.
"Orang ini seperti menunggu adanya insiden. Dia seperti bom waktu yang menyala," kata tetangga lainnya Ronda Wilbur, yang mengeluh Dykes pernah memukul anjingnya dengan pipa sampai tewas dan melemparkan bangkainya ke suami dia.
Seorang veteran perang Vietnam membajak bus sekolah di Alabama, Amerika Serikat, dan membunuh sopirnya, kemudian menyandera seorang anak umur 6 tahun di sebuah bungker. Hingga Rabu malam waktu setempat (Kamis pagi WIB), drama penyanderaan ini masih berlangsung.
Aparat kemanan dari berbagai lembaga di Amerika mengepung bungker itu di Midland City, namun mereka tidak memberi informasi tentang perkembangan penyaderaan yang sudah berlangsung dua hari.
Otoritas mengatakan sopir bus bernama Charles Albert Poland Jr., 66, dan dibunuh saat mengantar pulang lebih dari 20 anak sekolah Selasa lalu.
Tersangka menuntut sopir menurunkan satu anak namun ditolak. Lalu pria bersenjata itu naik ke bus dan menembak dia, sebelum akhirnya menyandera satu siswa taman kanak-kanak dan kabur dari lokasi.
Semua upaya negosiasi atau operas pembebasan sandera masih dirahasiakan.
Seorang anggota DPR Alabama, Steve Clouse, mengatakan sandera mengidap sakit Asperger Sindrom namun sudah menapatkan pengobatan selagi masih ditahan tersangka.
Menurut beberapa informasi yang beredar, penyandera bernama Jimmy Lee Dykes, 65.
Seorang penyidik bernama Tim Byrd mengatakan Dykes adalah orang yang anti pemerintah.
"Dia tidak pernah bersosialisasi atau behrubungan dengan orang lain," kata Byrd.
James Edward Davis, seroang tetangganya, mengatakan Dykes pernah ditahan karena pada 10 Desember 2012 menodongkan senjata pada dia dan anak perempuannya. Mereka bertengkar karena Davis dituduh melewati wilayahnya dengan mobil.
"Orang ini seperti menunggu adanya insiden. Dia seperti bom waktu yang menyala," kata tetangga lainnya Ronda Wilbur, yang mengeluh Dykes pernah memukul anjingnya dengan pipa sampai tewas dan melemparkan bangkainya ke suami dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




