Pasukan Buzzer Serang Demokrat secara Sistematis dan Masif
Jumat, 16 September 2022 | 18:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebutkan, gerombolan pendengung atau pasukan buzzer telah menyerang partainya secara sistematis dan masif. AHY merujuk pada kajian dari Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) dengan University of Amsterdam serta lembaga lainnya pada tahun 2021 lalu.
"Hasil riset gabungan LP3ES dengan University of Amsterdam, dan sejumlah lembaga lainnya pada tahun 2021, mengungkap fakta; bagaimana pasukan siber bayaran atau buzzer, menyerang Partai Demokrat secara sistematis dan masif, melancarkan fitnah untuk membelokkan opini publik," ujar AHY saat menyampaikan pidato politik dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Demokrat, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat, (16/9/2022).
AHY menuturkan, para buzzer tersebut tidak hanya menyerang Partai Demokrat, tetapi juga menyerang mereka yang melontarkan kritik terhadap kebijakan pemerintah. "Tidak hanya kepada Demokrat, buzzer pun menyerang masyarakat yang bersuara lantang mengkritik pemerintahnya," kata dia.
AHY juga menyinggung soal instrumen hukum yang kadang-kadang digunakan untuk menjerat pihak-pihak yang kritis kepada penguasa. Menurut AHY, hal tersebut merupakan sebuah berita buruk dalam kehidupan politik dan demokrasi Indonesia.
"Ketika saya mengunjungi Deli Serdang, Sumatera Utara, seorang mahasiswamengejar saya. Ia mengadu, merasa ketakutan, terancam dijerat Undang-Undang ITE karena menyampaikan kritik kepada pemerintah," kata dia.
Selain itu, kata AHY, hasil jajak pendapat lembaga survei Indikator Politik pada bulan Februari 2022, menunjukkan bahwa 62,9% masyarakat, takut untuk menyatakan pendapat. Bahkan, rakyat semakin takut, karena perlindungan terhadap data pribadi masih sangat lemah.
"Demokrasi menghendaki adanya kepercayaan. Demokrasi tidak berjalan, jika orang yang berbeda pendapat, dianggap sebagai musuh. Apalagi menganggap mereka yang mengkritik pemerintah, sebagai musuh negara," kata AHY.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




