Dihadang Tembakan, Evakuasi Jenazah TNI Harus Lewat Jalur Darat

Jumat, 22 Februari 2013 | 15:56 WIB
ES
YD
Penulis: Ezra Sihite | Editor: YUD
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono. (FOTO: JG Photo/ Yudhi Sukma Wijaya)
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono. (FOTO: JG Photo/ Yudhi Sukma Wijaya)

Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Agus Suhartono menyatakan pihaknya akan menggunakan jalur darat dari Tingginambut ke Puncak Jaya. Kondisi tersebut terjadi setelah Jumat (22/2) pagi ketika akan melakukan penjemputan, helikopter mendapat tembakan dari rumah di kawasan Tingginambut.

Jenazah aparat TNI yang tewas akibat penembakan kemarin, Kamis (22/2) akan dibawa ke Jayapura sebelum diterbangkan ke daerah masing-masing.

"Karena itu evakuasi kita lakukan jalan darat yang dari Tingginambut ke Puncak Jaya, nanti dari Puncak Jaya menggunakan helikopter ke Jayapura disana akan disemayamkan," kata Panglima TNI Agus Suhartono di kantor presiden, Jakarta, Jumat (22/2) siang.

Evakuasi tetap dilakukan hari ini meskipun ada potensi penembakan seperti tadi pagi. Di pos-pos yang mengalami penembakan, aparat TNI akan ditambah namun masih berasal dari wilayah. Sementara untuk rencana penambahan aparat dari pusat masih menunggu evaluasi selanjutnya.

"Kita tambah kekuatan tapi dari kewilayahan itu pertama tujuan kita meningkatkan semangat anak buah yang tugas di sana dan kepercayaan mereka," lanjut Agus.

Pengejaran terhadap pelaku masih terus dilakukan hingga saat ini.

Akibat insiden penembakan kemarin, tak hanya delapan aparat TNI yang menjadi korban jiwa tapi juga empat penduduk sipil.

Penembakan pertama terjadi di distrik Tingginambut kabupaten Puncak Jaya oleh kelompok bersenjata yang mengakibatkan tewasnya satu anggota TNI Pratu Wahyu Bowo akibat tembakan pada dada dan leher. Sementara itu terdapat korban luka Lett. Inf. Reza dengan luka tembak ditangan kiri.  

Daerah tersebut diindikasikan tempat aktivitas kelompok bersenjata Goliath Tabuni.

Sementara itu penembakan selanjutnya terjadi di kampung Tanggulinik distrik Sinak. Insiden diawali penghadangan dan penyerangan kelompok bersenjata Kabupaten Puncak terhadap sepuluh anggota Koramil Sinak Kodim 1714 Puncak Jaya.

Anggota yang tengah menuju bandara Sinak mengambil radio kiriman dari Nabire. Kejadian ini mengakibatkan tujuh orang gugur yaitu Sertu Ramadhan, Sertu M.Udin, Sertu Frans, Sertu Edi, Praka Jojon, Praka Wemprik dan Pratu Mustofa. Wilayah ini diidentifikasi sebagai tempat beraktivitas kelompok bersenjata Murib.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon