SKI: Hadapi Resesi dengan Menjaga Persatuan

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 22:53 WIB
YP
BW
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: BW
Ilustrasi uang rupiah
Ilustrasi uang rupiah (Investor Daily / David Gitaroza)

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretariat Kolaborasi Indonesia (SKI) menilai, pernyataan Presiden Jokowi terkait ancaman resesi global, harus dihadapi dengan persatuan. Bagi kelompok masyarakat pendukung Anies Baswedan ini, perlu upaya yang lebih serius untuk menunjukkan sense of crisis.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan, di tengah situasi dunia yang penuh gejolak dan terancam resesi global, Menteri Keuangan diharapkan berhati-hati dalam mengelola anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Presiden meminta agar setiap uang di APBN dihemat.

"Presiden harus berani mengumumkan penundaan berbagai mega proyek infrastruktur dan mempersiapkan jaring pengaman sosial yang lebih baik bagi warga sebagai antisipasi resesi," ujar Sekjen SKI Raharja Waluya Jati kepada wartawan, Sabtu (1/10/2022).

Menurut Jati, pemerintah perlu mengurangi glorifikasi atas proyek-proyek strategis nasional. Pasalnya, yang ditunggu-tunggu rakyat saat ini adalah inovasi kebijakan untuk menjamin agar akses rakyat terhadap kebutuhan pokok murah selalu terjaga.

"Dalam kegiatan Musyawarah Komunitas Desa (MKD) yang difasilitasi SKI di beberapa provinsi, rakyat mengeluhkan kenaikan harga-harga di saat pendapatan mereka belum membaik. Pemerintah seyogyanya menjelaskan secara transparan mengenai situasi keuangan kita disertai tawaran solusi inovatif untuk mengatasinya," ungkap Jati.

Jati menambahkan, sense of crisis yang ditunjukkan oleh pemerintah juga akan berperan positif dalam membentuk kesiapan warga menghadapi kondisi ekonomi yang diperkirakan bakal makin sulit.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon