ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Siswa SD di Way Kanan Lampung Bertaruh Nyawa Melewati Jembatan Gantung yang Nyaris Putus ke Sekolah

Penulis: Triyono | Editor: DIN
Jumat, 24 Maret 2023 | 13:44 WIB
Siswa Sekolah Dasar (SD) Kampung Tiyuh Balak 2, Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan, Lampung harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai Way Besai untuk dapat ke sekolah. Siswa harus bergelantungan pada tali pada jembatan gantung untuk sampai ke sekolah, Jumat, 24 Maret 2023.
Siswa Sekolah Dasar (SD) Kampung Tiyuh Balak 2, Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan, Lampung harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai Way Besai untuk dapat ke sekolah. Siswa harus bergelantungan pada tali pada jembatan gantung untuk sampai ke sekolah, Jumat, 24 Maret 2023. (Beritasatu.com / Roy Triono)

Way Kanan, Beritasatu.com - Siswa Sekolah Dasar (SD) Kampung Tiyuh Balak 2, Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan, Lampung harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai Way Besai untuk dapat ke sekolah. Siswa harus bergelantungan pada tali pada jembatan gantung untuk sampai ke sekolah.

2 orang siswa harus bergelantungan di jembatan gantung dari sling yang rusak ini viral di media sosial. Mereka terpaksa harus bergelantungan dengan berpegangan pada tali jembatan gantung yang rusak, sementara arus sungai yang mereka lintasi sedang deras.

Mereka nekad dan terpaksa harus menyeberangi sungai Way Besai dengan menggunakan jembatan gantung rusak agar dapat sampai ke sekolah mereka. Jembatan gantung ini merupakan akses utama siswa menuju sekolah bagi siswa SD Kampung Tiyuh Balak, Kecamatan Gunung Labuhan, Way Kanan.

ADVERTISEMENT

Jembatan gantung dengan panjang 30 meter ini rusak dan nyaris putus usai diterjang banjir bandang yang menyebabkan meluapnya aliran Sungai Way Besai pada 10 Maret 2023 lalu.

Kepala Kampung Tiyuh Balak 2 Awaludin mengatakan, jembatan gantung ini dibangun pertama kali tahun 1982 dan baru diperbaiki satu kali pada tahun 2012. "Siswa SD yang bergelantungan di Jembatan gantung tersebut bersekolah di SD 2 Setia Negara, Kecamatan Baradatu, Way Kanan yang merupakan SD di Kecamatan berbeda” kata Kepala Awaludin, Kamis (22/3/2023).

Awaludin menuturkan, pihaknya dengan swadaya warga sudah sering melakukan perbaikan jembatan gantung tersebut usai rusak di dihantam banjir bandang.

"Kami berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Way Kanan untuk melakukan perbaikan jembatan gantung tersebut secara permanen, karena jembatan gantung tersebut merupakan akses utama bagi warga ke perkebunan," harap Awaludin.



Bagikan

BERITA TERKINI

Video: Promosi Film Di Ambang Kematian, Siluman Kambing Tebar Teror

MULTIMEDIA 12 menit yang lalu
1068811

Polisi: Muncikari Mami Icha Berjejaring

MEGAPOLITAN 37 menit yang lalu
1068825

Video: Pedagang Keluhkan Media Sosial Rangkap E-Commerce Harga Lebih Murah

MULTIMEDIA 42 menit yang lalu
1068807

Lirik Lagu Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan oleh Payung Teduh

LIFESTYLE 42 menit yang lalu
1068824

Pulang dari Riyadh Lumpuh Permanen, Korban Dugaan TPPO Lapor ke Polda NTB

NUSANTARA 48 menit yang lalu
1068822

Deretan Kasus Kecelakaan Truk yang Alami Rem Blong

NUSANTARA 58 menit yang lalu
1068821

Pengunjung Wahana di Taman Hiburan Dibiarkan 30 Menit Bergelantung Terbalik di Ketinggian

INTERNASIONAL 1 jam yang lalu
1068820

Rekonstruksi Pembunuhan Imam Masykur Digelar Tertutup

MEGAPOLITAN 1 jam yang lalu
1068819

Fakta-fakta Lisa, Jennie dan Jisoo Blackpink Hengkang dari YG Entertainment

LIFESTYLE 1 jam yang lalu
1068818

Christian Hadinata Turun Gunung, Jadi Konsultan Altet Pelatnas PBSI

SPORT 1 jam yang lalu
1068817
Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT