Polisi Diminta Selidiki Kasus Toilet SD Rp 125 Juta di Sumenep
Selasa, 11 Juli 2023 | 20:29 WIB
Sumenep, Beritasatu.com - Pengamat hukum di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Zamrud Khan, menyarankan agar polisi menyelidiki kasus pembangunan toilet yang menghabiskan Rp 125 juta. Kasus ini viral di media sosial, karena nilai pembangunannya sangat mahal.
"Apakah ada laporan mengenai dugaan ketidakberesan proyek ini atau tidak, bukanlah alasan bagi polisi untuk tidak melakukan penyelidikan. Polisi dapat membuat laporan sendiri dan melakukan penyelidikan sendiri," terang Zamrud Khan, Selasa (11/7/2023).
Menurut Zamrud, langkah yang harus diambil oleh polisi adalah meminta keterangan dari 15 sekolah yang menerima proyek DAK toilet viral, serta para pelaksana proyeknya. "Oleh karena itu, polisi harus aktif dan tidak terus terlibat dalam polemik. Panggillah sekolah-sekolah tersebut, pemilik CV, dan tinjau rencana anggaran biaya (RAB)," tambah Zamrud.
Zamrud juga menyatakan, dari foto-foto toilet yang beredar di media sosial, pihaknya juga menduga bahwa ada kekurangan dalam pelaksanaan proyek tersebut. "Jika anggarannya sebesar Rp 125 juta, maka biaya untuk setiap bilik toilet mencapai lebih dari 30 juta. Hal ini terlalu mahal untuk ukuran tersebut. Oleh karena itu, polisi harus segera merespons hal ini," ujar Zamrud.
Sementara itu, Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko, mengatakan, pihaknya tetap mengikuti perkembangan isu proyek toilet yang muncul dalam sepekan terakhir.
"Personel kami juga memiliki staf intelijen yang bekerja. Kami akan terus memantau situasi. Namun, saat ini Pemkab Sumenep hanya menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Sumenep dalam mengawasi pelaksanaan proyek DAK, sedangkan Polres tidak terlibat," jelas AKBP Edo Satya Kentriko pada Selasa (11/6/2023).
Sebelumnya, masyarakat Kabupaten Sumenep dikejutkan oleh penemuan proyek senilai Rp 125 juta di SDN Lalangon 1, Kecamatan Manding, Sumenep. Menurut Dinas Pendidikan, sudah dibangun 15 unit toilet serupa pada 2022, dan rencananya membangun 20 toilet serupa pada 2023.
Publik juga mulai memperhatikan pelaksanaan proyek DAK oleh Dinas Pendidikan Sumenep yang diduga terlibat dalam praktik monopoli oleh dua kontraktor rekanan Pemkab Sumenep.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




