ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harimau Mati, Wali Kota Bobby Gaet RANS untuk Perbaiki Pengelolaan Medan Zoo 

Jumat, 10 November 2023 | 20:36 WIB
PS
SL
Penulis: Panji Satrio | Editor: LES
Kebun Binatang Kota Medan, Medan Zoo.
Kebun Binatang Kota Medan, Medan Zoo. (Beritasatu/Panji Satrio)

Medan, Beritasatu.com – Seekor harimau sumatera mati di kebun binatang Medan Zoo, Kota Medan yang diduga akibat kurang perawatan. Merespons hal ini, Wali Kota Medan Bobby Nasution menggandeng sejumlah investor, di antaranya RANS entertainment dan Taman Safari di Bogor untuk memperbaiki pengelolaan Medan Zoo.

Bobby Nasution mengaku, pihak investor belum menemukan kesepakatan terkait kerja sama pengelolaan. Bobby menegaskan, ia akan terus berkomunikasi dengan Raffi Ahmad (RANS) dan juga pihak Taman Safari bogor. 

" Memang kemarin ada sedikit persoalan tentang cara kerja sama. Kita sudah berkomunikasi dengan Raffi dan coba Taman Safari yang di Bogor untuk bisa betul-betul pengelolaan Medan Zoo lebih baik lagi ke depannya, " kata Bobby, Jumat (10/11/2023). 

ADVERTISEMENT

Terkait dengan wacana Raffi Ahmad melalui RANS entertainment yang sebelumnya di 2022 akan melakukan investasi ke Medan Zoo, Bobby mengatakan, sejauh ini Raffi belum menyatakan batal. Pihak RANS entertainment tinggal menunggu waktu tahapan yang tepat untuk melakukan kerja sama. Bahkan Raffi berjanji akan mulai memperbaiki dan membangun Medan Zoo tahun ini. 

"Sejauh ini Raffi Ahmad belum belum mengatakan batal, tinggal waktunya saja. Memang kami akan terus mendorong dan kamarin Raffi janji tahun ini bisa dibangun. Ini akan kita kejar terus juga dan yang pasti belum ada mengatakan batal untuk berinvestasi tinggal saya menunggu tahapan negosiasi saja, " ujar Bobby. 

Diketahui sebelumnya harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) mati di Medan Zoo milik Pemerintah Kota Medan karena sakit. Pihak Medan Zoo sempat merawat harimau tersebut secara intensif dengan memberikan vitamin hingga obat-obatan. Namun sayang, harimau tersebut mati setelah tidak mau makan selama tiga hari. 

Kematian harimau sumatera tersebut diduga akibat kurangnya perawatan. Kurangnya perawatan tersebut diduga disebabkan karena sepinya pengunjung sejak pandemi 2022 lalu hingga saat ini. Sehingga berdampak terganggunya biaya operasional pemberian makan koleksi hewan yang ada.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon