ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Buto Ijo Raksasa dan Barongsai Meriahkan Malam Takbiran di Samarinda

Selasa, 9 April 2024 | 22:39 WIB
FA
NF
Penulis: Fuad Iqbal Abdullah | Editor: NF
Buto ijo raksasa dan barongsai meriahkan malam takbiran di Samarinda.
Buto ijo raksasa dan barongsai meriahkan malam takbiran di Samarinda. (Beritasatu.com/Fuad Iqbal Abdullah)

Samarinda, Beritasatu.com - Menyambut hari kemenangan Idulfitri, sejumlah muslim di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (9/4/2024) malam, menggelar pawai malam takbiran dengan berjalan kaki sejauh 4 kilometer. 

Panitia pawai obor, Gus Rofiq mengatakan, pawai malam takbiran tersebut dimeriahkan dengan penampilan ogoh-ogoh buto ijo raksasa setinggi 3 meter dan barongsai, sebagai simbol persatuan dan kesatuan dalam rangka menyambut Idulfitri 1445 Hijriah.

Ratusan umat muslim dari berbagai wilayah di Kota Samarinda tumpah ruah memeriahkan pawai malam takbiran, dimulai dari kawasan Jalan Tegal Rejo, kemudian menyusuri jalan DI Panjaitan, dan berakhir di Jalan Basar, Samarinda.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya, mereka berjalan kaki sejauh 4 kilometer sambil menyerukan suara takbir dengan diiringi suara beduk. Tak hanya itu, para peserta pawai malam takbiran di Kota Samarinda ini pun juga turut menampilkan sejumlah kesenian dari sejumlah budaya.

"Seperti ogoh-ogoh dari Bali hingga penampilan barongsai yang merupakan kesenian khas warga Tionghoa," ujarnya kepada Beritasatu.com di Samarinda, Selasa (9/4/2024).

Salah seorang peserta pawai, Abdul Wahab mengatakan, untuk membuat ogoh-ogoh buto ijo raksasa ini ternyata tak mudah karena dibutuhkan waktu selama hampir dua pekan. Sebelum akhirnya bisa ditampilkan pada pawai malam takbiran di Kota Samarinda.

“Pembuatan ogoh-ogoh ini kurang lebih dua minggu, hanya beberapa kali dibongkar karena pertama kali membuatnya,” ungkap Abdul Wahab.

Menurut Abdul, untuk membuat ogoh-ogoh buto ijo raksasa dirinya harus merogoh kocek hingga Rp 500.000, sebagian besar dibuat dengan menggunakan bahan-bahan bekas. 

Penampilan buto ijo raksasa pada pawai malam takbiran ini merupakan salah satu bentuk tingginya persatuan antar umat beragama di Kota Samarinda.

“Kalau buto ijo atau ogoh-ogoh seperti ini aslinya adatnya orang Bali. Jadi kita enggak memandang agama apa pun, yang penting kita bersatu,” tambahnya.

Sementara itu, pawai malam takbiran di Kota Samarinda ini bertujuan untuk menyiarkan agama Islam ke masyarakat luas, terutama untuk menyambut hari kemenangan setelah satu bulan penuh berpuasa selama Ramadan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ribuan Warga Ramaikan Malam Takbiran di Pakansari dengan Pawai Obor

Ribuan Warga Ramaikan Malam Takbiran di Pakansari dengan Pawai Obor

NUSANTARA
Semarak! Suasana Bundaran HI Jelang Dimulainya Jakarta Bedug Kolosal

Semarak! Suasana Bundaran HI Jelang Dimulainya Jakarta Bedug Kolosal

JAKARTA
Ribuan Umat Islam Ikut Pawai Obor Sambut Ramadan 2026 di Medan

Ribuan Umat Islam Ikut Pawai Obor Sambut Ramadan 2026 di Medan

SUMATERA UTARA
Pawai Obor Sambut Tahun Baru Islam Padati Jalur Puncak Bogor

Pawai Obor Sambut Tahun Baru Islam Padati Jalur Puncak Bogor

JAWA BARAT
Tradisi Pawai Obor Sambut Tahun Baru Islam, Apa Makna dan Hukumnya?

Tradisi Pawai Obor Sambut Tahun Baru Islam, Apa Makna dan Hukumnya?

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon