ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tim SAR Masih Cari 10 Warga Tanah Datar Imbas Banjir Lahar Dingin

Sabtu, 25 Mei 2024 | 05:41 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Foto udara kerusakan area pertanian di Kabupaten Tanah Datar akibat terdampak banjir lahar dingin Gunung Marapi, Jumat 24 Mei 2024.
Foto udara kerusakan area pertanian di Kabupaten Tanah Datar akibat terdampak banjir lahar dingin Gunung Marapi, Jumat 24 Mei 2024. (Antara/Fandi Yogari.)

Tanah Datar, Beritasatu.com- Tim Pencarian dan Pertolongan atau Search and Rescue (SAR) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) terus berupaya melakukan pencarian terhadap 10 warga Kabupaten Tanah Datar yang diduga terseret banjir lahar dingin pada Sabtu (11/5/2024).

"Tim SAR gabungan masih terus berusaha mencari 10 korban yang merupakan warga Kabupaten Tanah Datar ke sejumlah sektor yang telah kita tentukan," kata Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik di Tanah Datar, Jumat (24/5/2204) dikutip Antara.

Abdul Malik mengatakan memasuki hari ke-14 setelah kejadian, tim belum berhasil menemukan tanda-tanda atau lokasi yang dicurigai. Namun, tim memastikan akan berusaha maksimal hingga berakhirnya masa perpanjangan pencarian korban, yakni 8 Juni 2024.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, untuk Kabupaten Agam pencarian telah dihentikan setelah korban terakhir ditemukan pada Rabu (22/5/2024). Tim gabungan berhasil menemukan korban di daerah Jorong (dusun) Taluak, Nagari (desa) Kubang Putiah, Kecamatan Banuhampu atau 7 kilometer dari pusat lokasi bencana.

Luasnya wilayah yang terdampak banjir lahar dingin saat kejadian menjadi salah satu tantangan bagi tim gabungan untuk menemukan 10 korban lainnya. Kondisi diperparah oleh cuaca, seperti tingginya intensitas curah hujan selama beberapa hari terakhir. "Yang pasti tim pencarian terus berupaya semaksimal mungkin mencari korban hilang, termasuk menyusuri aliran sungai," katanya.

Selain menggunakan anjing pelacak, tim gabungan juga menggunakan alat berat untuk membersihkan tumpukan material sisa-sisa banjir lahar dingin Gunung Marapi. Sebab, bisa saja korban tertimbun, sehingga tidak diketahui.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon