ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Inspektorat Temukan Laporan Proyek Fiktif Dana BOS di Sulteng

Sabtu, 12 Juli 2025 | 09:53 WIB
RN
SM
Penulis: Rahmad Nur | Editor: SMR
Inspektorat menemukan praktik pelanggaran dalam pengelolaan dana BOS di Sulawesi Tengah.
Inspektorat menemukan praktik pelanggaran dalam pengelolaan dana BOS di Sulawesi Tengah. (Beritasatu.com/Rahmad Nur)

Donggala, Beritasatu.com — Inspektorat menemukan praktik pelanggaran serius dalam pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) di berbagai satuan pendidikan di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), meliputi laporan keuangan fiktif, pengadaan barang yang tidak sesuai spesifikasi, dan tidak tertib penyetoran pajak.

Inspektur I Inspektorat Sulteng Salim mengatakan praktik tersebut sebagai kelalaian yang berpotensi merugikan negara dan mencederai akuntabilitas publik. 

Ia mengingatkan kepala sekolah yang tidak segera menyelesaikan temuan tersebut dalam 2 bulan akan diproses ke aparat penegak hukum.

ADVERTISEMENT

“Kalau tidak mampu mengelola dana BOS dengan benar, sebaiknya mundur dari jabatan. Ini bukan ruang untuk main-main,” ujar Salim kepada Beritasatu.com di Donggala, Sabtu (12/7/2025).

Dalam audit terakhir, Inspektorat menemukan sejumlah sekolah mencantumkan pengadaan buku dan alat belajar yang tidak pernah direalisasikan. Beberapa laporan dinilai fiktif, sementara kewajiban penyetoran pajak oleh sekolah berjalan lambat bahkan terabaikan.

Salim juga menyoroti dugaan potensi intervensi dari pihak luar yang ikut bermain dalam pengadaan. Ia meminta kepala sekolah bersikap tegas dan menolak tekanan dari pihak manapun.

 “Dana BOS adalah uang publik. Kepala sekolah harus berani menjaga integritas, bukan tunduk pada titipan proyek,” tegasnya.

Meski Inspektorat mencatat adanya penurunan jumlah pelanggaran sepanjang 2025, Salim menilai sebagian sekolah masih memperlakukan dana BOS sebagai ruang kompromi dan permainan anggaran.

Inspektorat mendesak pemerintah daerah, khususnya dinas pendidikan kabupaten/kota untuk memperkuat pengawasan dan tidak membiarkan penyimpangan ini terus terjadi.

“Kami tidak akan toleransi. Pendidikan harus bersih, transparan, dan akuntabel,” tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Fakta-fakta Kejanggalan Dana Internet Rp 7 Juta di SMAN 1 Babelan

Fakta-fakta Kejanggalan Dana Internet Rp 7 Juta di SMAN 1 Babelan

JAWA BARAT
Belanja Dana BOS Harus Transparan dan Berdampak ke Peserta Didik

Belanja Dana BOS Harus Transparan dan Berdampak ke Peserta Didik

NASIONAL
Suka Hidup Hedon, Kepala SMA di Kaltara Nekat Korupsi Dana BOS

Suka Hidup Hedon, Kepala SMA di Kaltara Nekat Korupsi Dana BOS

NUSANTARA
Pendidikan Gratis SD-SMP, Pimpinan Komisi X DPR Singgung Postur APBN

Pendidikan Gratis SD-SMP, Pimpinan Komisi X DPR Singgung Postur APBN

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon