ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Banjir Terjang Balantak Utara, Puluhan Rumah Rusak

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:10 WIB
MA
HH
Penulis: Muhammad Agus | Editor: HP
Banjir terjang Balantak Utara, Banggai, akibat cuaca ekstrem, Jumat 27 Maret 2026.
Banjir terjang Balantak Utara, Banggai, akibat cuaca ekstrem, Jumat 27 Maret 2026. (Beritasatu.com/Muhammad Agus)

Banggai, Beritasatu.com - Banjir akibat cuaca ekstrem melanda Desa Batu Mandi, Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada Jumat (27/3/2026) siang. Peristiwa ini menyebabkan puluhan rumah warga serta sejumlah fasilitas umum terdampak luapan air sungai.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, hujan lebat yang mengguyur wilayah pegunungan sejak pukul 14.30 Wita memicu meluapnya sungai hingga merendam permukiman warga.

Ketinggian air dilaporkan mencapai lutut orang dewasa dan merendam wilayah Dusun 1 dan Dusun 2 selama kurang lebih 3 jam.

ADVERTISEMENT

Dampak banjir cukup signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Sebanyak 22 unit rumah warga terdampak, dengan dua rumah mengalami kerusakan sedang. Selain itu, dua bangunan gereja dan satu kantor desa juga turut terendam material banjir.

Sebanyak tiga keluarga dilaporkan mengungsi secara mandiri ke tempat yang lebih aman. Hingga saat ini, proses pendataan dan penanganan masih dilakukan oleh pihak terkait di lapangan.

Forecaster Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu menjelaskan, banjir dipicu oleh aktivitas awan konvektif yang cukup intens di wilayah tersebut.

Anomali suhu muka laut di Perairan Teluk Tomini dan Teluk Tolo yang mencapai 3,3 derajat celsius meningkatkan penguapan, sehingga memperbesar potensi hujan lebat. Kondisi ini diperparah oleh adanya shearline (belokan angin) dan konvergensi yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

"Indeks SOI tercatat +13.8, yang secara signifikan meningkatkan pola konvektif di wilayah Indonesia bagian tengah," tulis laporan resmi BMKG Palu, Minggu (29/3/2026).

BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem sejak pukul 13.10 Wita sebelum kejadian. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi lanjutan, seperti banjir bandang dan tanah longsor.

Warga juga diminta untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD serta segera mengungsi ke tempat aman jika terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT