Terdampak Gempa, Kanwil BPN Sulbar Pastikan Dokumen Pertanahan Aman
Sabtu, 16 Januari 2021 | 10:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kantor Pertanahan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menjadi salah satu bangunan yang rusak berat akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1/2020).
Kepala Kantor Wilayah BPN Sulawesi Barat, Herjon Panggabean menyebut, selain Kantor Pertanahan Mamuju, Kantor Pertanahan Majene juga mengalami kerusakan.
"Berdasarkan laporan yang kami dapat, Kantor Pertanahan Kabupaten Mamuju yang terkena dampak paling parah. Selain itu kerusakan juga terjadi pada Kantor Pertanahan Kabupaten Majene namun tidak parah hanya dinding bangunan retak saja," kata Herjon dalam keterangannya, Sabtu (16/1/2021).
Meski gedung mengalami kerusakan, Herjon menjamin keamanan dokumen pertanahan. Dokumen-dokumen penting tersebut saat ini telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
"Untuk dokumen penting seperti warkah, buku tanah, dan surat ukur semua aman dan saat ini sudah dipindahkan ke tempat yang lebih aman," katanya.
Herjon mengatakan, sementara ini pelayanan di Kantor Pertanahan yang terdampak gempa ditutup sementara. Pelayanan akan kembali berjalan setelah proses pemulihan.
"Saat ini pelayanan kami tutup sementara sampai proses pemulihan selesai dilakukan. Kami mohon doanya agar keadaan ini segera cepat membaik dan secepat mungkin kami dapat memberikan pelayanan kembali," jelasnya.
Selain itu, Herjon menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar operasional pelayanan dapat segera dilakukan kembali dan berjalan dengan aman.
"Kami juga sedang meminta Kantor Kementerian PUPR di Sulawesi Barat untuk membantu mengukur keamanan bangunan. Kalau hasil sudah keluar yang menyatakan bangunan aman pelayanan akan segera dibuka kembali," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Mamuju, Yoga Suwarna yang kantornya rusak parah karena terdampak gempa mengatakan dokumen pertanahan aman. Hal ini lantaran kondisi ruang arsip masih memungkinkan untuk mengevakuasi berbagai dokumen tersebut.
"Sejauh ini laporan jajaran kami di lapangan kondisi bisa dibilang lumayan parah, bangunan rusak, pintu dan dinding hancur, namun untuk ruang arsip terdapat retakan di dinding sehingga kami masih bisa sesegera mungkin mengamankan dokumen yang penting," kata Yoga.
Diungkapkan Yoga, sampai saat ini belum ada bantuan penanggulangan bencana pascagempa. Untuk itu, proses evakuasi dilakukan oleh para pegawai Kantor Pertanahan (Kantah) Mamuju.
"Kalau untuk bantuan ke lokasi kantah sampai saat ini belum ada. Jadi kami melakukan evakuasi mandiri dengan para pegawai di Kantah Kabupaten Mamuju. Untuk arsip-arsip penting sudah kami amankan ke bagian lain yang masih aman," katanya.
Yoga Suwarna mengatakan aktivitas di Kantah Kabupaten Mamuju dihentikan sampai waktu yang belum ditentukan. Hal ini mengingat kondisi bangunan yang rusak parah.
"Dan berdasarkan laporan tim di lapangan terdapat putra dari salah seorang pegawai pemerintah non-pegawai negeri (PPNPN) di lingkungan Kantah Kabupaten Mamuju yang meninggal dunia. Ada juga yang melaporkan bahwa terdapat rumah salah satu pegawai kita yang rusak parah pascagempa ini," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




