Bandara Haji Muhammad Sidik Menunjang Food Estate dan Ekonomi Kalteng
Selasa, 30 Maret 2021 | 14:58 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menyatakan Pemerintah akan terus bekerja untuk mewujudkan komitmen membangun konektivitas antar wilayah di Indonesia lewat pembangunan infrastruktur perhubungan darat, laut, dan udara.
Hal itu juga yang menjadi dasar pembangunan dan peresmian pada hari ini, Bandara Haji Muhammad Sidik, di Kabupaten Muara Teweh, Provinsi Kalimantan Selatan.
Kata Wapres Ma'ruf Amin, salah satu prioritas pembangunan infrastruktur yang terus dibangun oleh pemerintah saat ini adalah bandara. Pembangunan bandara sangat esensial karena bertujuan untuk mempersatukan Indonesia melalui konektivitas antar wilayah di seluruh tanah air, baik secara politik, geografis, maupun ekonomi.
"Seperti halnya Bandara Haji Muhammad Sidik di Kalimantan Selatan. Pembangunan Bandara Haji Muhammad Sidik merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah dalam meningkatkan konektivitas udara," kata Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat meresmikan Bandara Haji Muhammad Sidik, Selasa (30/03/2020).
Di samping itu, Wapres menuturkan bahwa pembangunan Bandara Haji Muhammad Sidik sangat penting karena sejalan dengan program prioritas nasional yaitu untuk mendukung pembangunan lumbung pangan (food estate).
"Pengadaan bandara ini juga sejalan dengan pembangunan lumbung pangan di Provinsi Kalimantan Tengah yang menjadi program prioritas nasional," kata Ma'ruf Amin.
Lebih jauh, Wapres mengapresiasi bandara itu karena dibangun dengan mengusung kearifan lokal. Yakni dibangun dengan bentuk rumah adat Betang dan motif Saluang Teweh, serta ornamen motif sulur khas Kalimantan Tengah. Baginya, hal akan menambah kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah akan keberadaan bandara tersebut.
Untuk itu, Wapres berharap Bandara Haji Muhammad Sidik dapat dikelola dengan baik. Sehingga mampu memberikan kontribusi positif dalam mendukung pergerakan ekonomi, industri wisata, industri kelapa sawit, serta pertambangan batu bara dan emas di Kalimantan Tengah.
"Saya juga berharap, agar kerja sama dengan maskapai-maskapai penerbangan dapat dijalin dengan baik. Demikian juga dengan layanan kargo, sehingga komoditas produk yang dihasilkan dari Kabupaten Barito Utara dapat didistribusikan ke berbagai wilayah," kata Wapres.
Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, menyatakan pihaknya optimis pembangunan Bandara Haji Muhammad Sidik akan mendorong munculnya titik-titik ekonomi baru di Kalimantan Tengah.
"Karena bandara ini sangat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Barito Utara dan sekitarnya, secara umumnya untuk Kalimantan Tengah, dengan hadirnya simpul-simpul transportasi," papar Sugianto.
Sebagai tambahan informasi, Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh diproyeksikan sebagai pengganti Bandara Beringin Teweh Tengah yang sudah tidak mungkin dikembangkan lagi karena keterbatasan lahan dan letaknya di tengah kota. Bandara Haji Muhammad Sidik yang dibangun melalui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 - 2019 dan selesai pada 2019 dengan biaya sekitar Rp 380 miliar. Bandara akan digunakan untuk melayani masyarakat Barito Utara dan aktivitas ekonomi berupa pertambangan, khususnya emas dan batu bara, serta mendukung pariwisata dan lokasi penyangga food estate.
Adapun rute penerbangan Bandara Haji Muhammad Sidik sementara ini meliputi penerbangan perintis Senin dan Rabu Palangkaraya - Muara Teweh pergi pulang (PP), penerbangan reguler Senin dan Rabu Muara Teweh - Banjarmasin PP, serta charter flight 2 sampai 3 kali seminggu Balikpapan - Muara Teweh PP.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




