ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menko PMK: Kalimantan Defisit 12 Ton Oksigen Medis Per Hari

Senin, 26 Juli 2021 | 20:33 WIB
MB
JM
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: JEM
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat mengecek ketersediaan oksigen di PT Surya Biru Murni Acetylene, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin 26 Juli 2021.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat mengecek ketersediaan oksigen di PT Surya Biru Murni Acetylene, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin 26 Juli 2021. (Handout)

Balikpapan, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut kebutuhan oksigen medis dalam masa pandemi Covid-19 dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kalimantan sudah sangat mendesak.

Muhadjir menyebutkan, berdasarkan laporan, kebutuhan oksigen medis di Kalimantan mencapai 65 ton per hari. Dari jumlah  tersebut, masih defisit atau belum dapat terpenuhi sebanyak 12 ton per hari. Kalimantan sendiri hanya ada memiliki tiga produsen oksigen.

"Karena itu dari pihak produsen juga sudah berusaha mendatangkan oksigen dari luar daerah. Terutama dari Pulau Sulawesi, yaitu di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara," kata Muhadjir saat mengecek ketersediaan oksigen di PT Surya Biru Murni Acetylene, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (26/7/2021).

Dalam siaran pers diterima Beritasatu.com, Muhadjir menyebutkan, ketersediaan tabung oksigen di Kalimantan Timur (Kaltim) juga menjadi permasalahan, di mana ketersediaan tabung oksigen di provinsi ini sudah semakin menipis.

ADVERTISEMENT

"Sekarang mendesak adalah kebutuhan tabung oksigen, terutama yang (ukuran) 6 meter kubik karena itu sangat dibutuhkan masyarakat dan rumah sakit yang tangki oksigen liquidnya sangat berkurang," ucapnya.

Terkait itu, Muhadjir mengimbau perusahaan-perusahaan besar yang ada di Kaltim dan sekitarnya agar dapat membantu memenuhi kebutuhan oksigen sebagai program Corporate Social Responsibility (CSR).

Dalam hal ini, perusahaan-perusahaan dapat meminjamkan tabung-tabung oksigen yang tidak dimanfaatkan kepada pabrik-pabrik dan filling station oksigen yang ada di Kalimantan Timur.

"Saya sangat mengapresiasi ada beberapa perusahaan yang juga sudah meminjamkan tabungnya. Ada PT Pupuk Kaltim, PT Kaltim Methanol. Saya mohon semuanya ikut berpartisipasi pinjamkan saja tabung karena ini betul-betul sangat dibutuhkan," terangnya.

Selain itu, kata dia, akan lebih baik lagi jika perusahaan-perusahaan besar memberikan sumbangan oksigen kepada rumah sakit dan masyarakat dari produsen luar wilayah Kalimantan Timur untuk menambah pasokan oksigen dan tidak membebani pasokan yang ada.

"Kalau perusahaan ingin memberikan sumbangan oksigen kepada masyarakat, kepada rumah sakit supaya jangan mengambil di produsen Kalimantan Timur. Diusahakan diambil dari luar," ucapnya.

Muhadjir juga mengimbau masyarakat yang memiliki cadangan tabung oksigen untuk bisa bergotong royong membantu sesama warga yang membutuhkan oksigen.

Dalam kesempatan, Direktur Operasional PT Surya Biru Murni Acetylene Iwan Sanyoto mengatakan, telah melakukan upaya untuk menjaga kebutuhan oksigen medis dengan menghentikan penjualan kebutuhan industri.

"Semua alokasi kita kasihkan ke medis semua. Yang selama ini ke industri kita kasihkan ke medis," ucapnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon