Anggota TNI Tewas Dikeroyok, Polisi Berhasil Ringkus Tiga Pelaku
Senin, 17 Januari 2022 | 17:48 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya berhasil meringkus tiga orang pelaku pengeroyokan yang menewaskan seorang anggota TNI pada Minggu (16/1/2022).
"Hari ini informasinya baru tiga yang diamankan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan saat dihubungi Senin (17/1/2022).
Dikatakan Zulpan, saat ini aparat kepolisian masih bergerak mencari pelaku lainnya karena diduga pelakunya diduga lebih dari tiga orang. Kasus ini juga masih terus dikembangkan.
Terkait dengan motif pelaku, Zulpan belum dapat disampaikan dan mengatakan hal tersebut akan dijabarkan dalam jumpa pers nanti.
"Belum bisa disampaikan, nanti dirilis (ke pers)," ucapnya.
Baca Juga: Anggota TNI Tewas Dikeroyok di Jakarta Utara, 8 Saksi Diperiksa
Sebelumnya, seorang anggota TNI dengan inisial S menjadi korban pengeroyokan hingga tewas di Jalan Inspeksi Waduk Pluit, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada Minggu (16/1/2022).
Zulpan mengatakan, delapan saksi telah dimintai keterangan terkait kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan, diduga pelaku berjumlah empat orang dengan mengendarai sepeda motor.
"Awalnya datang empat orang pelaku dengan mengendarai dua sepeda motor berboncengan, kemudian turun dan mendatangi para saksi satu per satu menanyakan 'apakah kamu orang Kupang'. Satu saksi menjawab bukan, lalu pelaku bertanya ke korban S," kata Zulpan melalui keterangannya, Senin (17/1/2022).
Akan tetapi, pertanyaan pelaku tidak dijawab hingga akhirnya terjadi cekcok serta saling pukul antara pelaku dan korban S.
"Korban saling pukul dan satu pelaku berkaos hitam mencekik leher korban S sambil memegang tangan korban. Kemudian salah satu pelaku berkaos biru menusuk korban S menggunakan senjata tajam 2 kali hingga jatuh dan tersungkur," ucapnya.
Baca Juga: Anggota TNI Tewas Dikeroyok, Polisi Ringkus Satu Pelaku
Setelah menusuk korban S, para pelaku lalu menyerang secara acak terhadap orang yang berusaha memisahkan pengeroyokan itu.
Alhasil, selain korban S terdapat dua orang lainnya yang menjadi korban dengan inisial SM dan MS.
"Satu SM itu terkena serangan senjata tajam dan mengalami luka sobek di punggung. Sementara korban MS itu luka di bagian jari manis sebelah kanan putus dua ruas," ungkap Zulpan.
Akibat kejadian tersebut, korban S yang berprofesi sebagai TNI meninggal dunia. Sedangkan, dua korban lainnya SM dan MS masih menjalani perawatan di RS Atma Jaya, Jakarta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




