ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Polda Papua Barat Temui 2 Kelompok yang Bentrok di Sorong

Selasa, 25 Januari 2022 | 13:17 WIB
DS
DS
Penulis: Dwi Argo Santosa | Editor: DAS
Proses evakuasi korban terjebak dalam karaoke Double O yang dibakar massa akibat bentrok di Sorong, Selasa 25 Januari 2022.
Proses evakuasi korban terjebak dalam karaoke Double O yang dibakar massa akibat bentrok di Sorong, Selasa 25 Januari 2022. (Antara/ Ernes Broning Kakisina.)

Jakarta, Beritasatu.com - Aparat Polda Papua Barat sudah melakukan pertemuan dengan dua kelompok yang bertikai di Sorong, pascabentrokan yang menyebabkan 19 orang tewas.

Hal itu diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, di Mabes Polri, Selasa (25/1/2022).

Namun demikian, Ahmad Ramadhan tidak menjelaskan secara terperinci kedua kelompok massa yang bertikai.

Baca Juga: Update, Korban Tewas Bentrok Sorong Jadi 19 Orang

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan mengatakan, pertikaian terjadi karena salah paham dua kelompok warga asal Maluku yang berawal di tempat karaoke Double O yang sudah diupayakan damai tetapi tetap berlanjut hingga kejadian Selasa dini hari.

Sedangkan pertemuan dengan kedua kelompok itu, kata Ramadhan, guna mencegah agar mereka tidak melakukan aksi lanjutan sehingga bentrokan melebar.

Selain itu Polda Papua Barat beserta jajaran juga langsung berkoordinasi dengan tokoh agama dan tokoh adat.

"Sampai saat ini Polda telah berhasil mengendalikan situasi dan tentunya Polri dalam hal ini Polda Papua Barat melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi, menggelar olah TKP," katanya.

Baca Juga: Bentrok di Sorong, Polisi Evakuasi 17 Jenazah di Karaoke

Ramadhan berharap penanganan kasus ini segera tuntas.

Bentrok Sorong melibatkan dua kelompok pemuda terjadi Senin malam hingga Selasa (25/1/2022) dini hari.

Menurut Ramadhan, sebanyak 19 orang tewas dengan perincian satu orang tewas akibat dibacok dan 18 lainnya karena diduga terbakar di tempat hiburan.

"Terjadi serangan antardua kelompok warga menggunakan parang, panah, dan molotov," ungkap Ramadhan.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon