AC Autogas Tawarkan Energi Alternatif bagi Kendaraan Bermotor

Minggu, 5 Mei 2013 | 15:55 WIB
RP
B
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: B1

Jakarta - AC Autogas menawarkan peralatan penunjang energi alternatif Bahan Bakar Gas (BBG) sebagai solusi atas melambungnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) seiring rencana pemerintah mengurangi subsidi BBM tersebut.

Business Development Executive Asia-Pasific Region Autogas Somchai Lertwisettheerakul mengatakan, converter kit AC Autogas dapat menggunakan Liquid Petroleum Gas (LPG) maupun Compressed Natural Gas (CNG).

"AC Autogas merupakan produksi Polandia dan telah digunakan lebih dari 1,7 juta kendaraan di Thailand," kata Somchai dalam konpers di Jakarta, Minggu (5/5).

Somchai menjelaskan tidak ada modifikasi apapun terhadap unit kendaraan yang mau menggunakan BBG. Cukup menambahkan converter kit antara lain berupa tangki penyimpanan gas berbentuk kapsul maupun donat, injektor, unit kendali elektronik (ECU), serta detektor gas yang diletakkan di dashboard. Detektor ini akan menghentikan aliran gas secara otomatis ketika terjadi kebocoran sekecil apapun.

Produk ini telah melalui serangkaian uji coba. Dalam video yang ditayangkan pada acara konpers, tampak mobil double cabin yang telah dipasang converter ini melalui medan ekstrem, seperti menerjang jalan berlumpur dan berbatu maupun melintasi sungai. Pada tayangan selanjutnya, tangki converter ini diisi air lalu dihantam dengan baja. Tangki itu penyok namun tidak ada satu tetes pun air yang keluar. Begitu juga ketika tangki dibakar, tidak menimbulkan ledakan.

"Dengan teknologi terkini dan yang memenuhi standar internasional, produk kami dirancang untuk keamanan dan kenyamanan pengendara," ujar Somchai.

Di kesempatan yang sama, Direktur PT Maduratna Utama (distributor produk ini) Asep Maulana Djaki mengatakan, ia secara pribadi sudah menggunakan alat ini dan menyatakan tidak ada kendala pada performa kendaraan. Alasan Asep, oktan BBG sekitar 98 sedangkan BBM yang biasa digunakan beroktan 92 alias Pertamax.

"Konsumsi BBG-nya sama saja dengan BBM. Tapi dengan alat ini jadi lebih murah. BBG hanya Rp 3.600 per liter setara premium," jelasnya.

Asep menyebut pasar kelas menengah di Indonesia sangat menjanjikan terutama pemilik kendaraan pribadi. Adapun target penjualan produk mencapai 1000 unit pada tahun ini. Dia belum melirik sektor angkutan umum maupun taksi, karena converter kit akan dibagikan secara cuma-cuma oleh pemerintah.

"Harga converter kit kami Rp 12 juta termasuk ongkos pemasangan," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon