Berkaca dari Kecelakaan Tol Cikampek, Ini 6 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Masuk Jalur Contraflow Mudik Lebaran
Senin, 8 April 2024 | 12:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Saat musim mudik Lebaran, pihak kepolisian mengatur arus lalu lintas dengan dengan sistem contraflow dan one way. Istilah contra flow artinya arus berlawanan. Ini mengacu pada kondisi mengubah arah dalam satu jalur menjadi dua.
Strategi ini biasa digunakan untuk mengurai kemacetan saat volume kendaraan tinggi pada waktu tertentu, salah satunya mudik Lebaran. Namun, sistem ini bukan tanpa risiko. Terbaru, Kecelakaan terjadi di jalan Tol Cikampek km 58 yang menewaskan 12 orang hingga menyebabkan dua mobil terbakar pada Senin (8/4/2024). Peristiwa tersebut terjadi di jalur contraflow.
Agar terhindar dari kecelakaan, berikut hal yang harus diperhatikan saat masuk jalur contraflow.
1. Ketahui titik sistem contraflow
Saat musim mudik Lebaran, dipastikan ada jalur contraflow dan one-way. Maka, pengemudi wajib mengetahui titik kilometer (km) dimulainya jalur contraflow sebelum melakukan perjalanan.
Informasi ini bisa didapatkan melalui media sosial atau akun resmi yang mengatur operasional jalan tol, seperti laman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pasalnya, tidak semua jalur contraflow ditandai dengan pembatas cone di jalan tol.
2. Tetap fokus berkendara
Saat melalui jalur contraflow dibutuhkan konsentrasi dan fokus yang lebih tinggi terhadap jalanan. Jalur contraflow sangat berbahaya jika dilalui saat kondisi tidak prima.
Metode defense driving perlu diterapkan saat melakukan perjalanan ini. Perhatikan spion untuk melihat sisi kanan, kiri, sesekali lihat juga ke arah belakang. Saat melalui jalur contraflow Anda tidak bisa menepi di rest area, maka pastikan untuk berkendara dalam kondisi prima.
3. Memastikan pintu keluar tol
Sebelum melalui jalur contraflow, pastikan untuk mengetahui rute perjalanan Anda. Mengetahui letak pintu keluar tol berada sangat penting supaya Anda tidak perlu putar balik terlalu jauh.
Lazimnya, jalur contraflow hanya memiliki satu pintu masuk dan satu pintu keluar. Jika gerbang keluar tol sudah terlewat, Anda harus melanjutkan perjalanan hingga jalur contraflow berakhir.
4. Ambil lajur kanan sebelum titik contraflow
Agar tidak mengejutkan pengendara lain, sebaiknya ambil lajur kanan untuk mempermudah Anda saat ingin berpindah haluan dan menggunakan jalur contraflow. Bersiap di lajur kanan sejak 5 km sebelum pintu masuk jalur contraflow.
5. Kendalikan kecepatan dan jaga jarak
Saat melalui jalur contraflow, pengendaran diimbau untuk mengendalikan kecepatan berkendara dan selalu menjaga jarak. Jangan terlalu cepat maupun terlalu lambat agar tidak menghambat pengendara lain. Anda bisa memacu kecepatan 60km/jam atau 70 km/jam ketika berada di jalur contraflow.
6. Hindari keluar jalur contraflow
Jalur contraflow memiliki tingkat bahaya lebih tinggi, sebab kendaraan berhadapan langsung dengan kendaraan lain dari arah yang berlawanan. Keluar jalur contraflow berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal yang tentunya sangat berbahaya bagi keselamatan Anda juga pengendara lain. Maka, pengendara diharapkan untuk tetap berada di jalurnya saat melintasi jalur contraflow.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




