Saham Nissan Menguat Saat Tawaran Honda Lepas dan Pinangan Foxconn Datang
Sabtu, 8 Februari 2025 | 14:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Nissan secara mengejutkan melepas tawaran merger dari Honda. Menariknya setelah itu tiba-tiba saja Foxconn berupaya meminang Nissan.
Kabar ini langsung disambut positif oleh pasar terkait tawaran baru dari Foxconn. Hal itu ercermin dari kenaikan saham Nissan yang mencapai 6% setelah laporan mengenai ketertarikan kembali Foxconn terhadap produsen otomotif Jepang tersebut itu mengemuka.
Dikutip Autoblog, Sabtu (8/2/2025), penolakan Nissan terhadap tawaran Honda memang mengejutkan. Pasalnya pada Desember 2024, kedua eksekutif dari Nissan dan Honda sudah bertemu dan berupaya merealisasi upaya merger.
Sayangnya, Nissan justru tiba-tiba berubah pikiran. Desakan Honda agar Nissan jadi anak perusahaan ternyata tidak disukai oleh perusahaan otomotif berbasis di Yokohama, Jepang itu. Pasalnya Nissan ingin menjadi mitra sejajar bukan anak perusahaan.

"Sumber internal menyebutkan bahwa ketentuan ini ditolak oleh dewan direksi Nissan, yang menginginkan posisi lebih setara dalam struktur perusahaan hasil merger," sebut Autoblog.
Setelah keputusan untuk tidak melanjutkan negosiasi dengan Honda, Nissan mulai mempertimbangkan kembali kemungkinan kerja sama dengan Foxconn. Sebelumnya, Foxconn telah menjajaki peluang investasi atau akuisisi terhadap Nissan, namun mundur pada Desember lalu. Kini, dengan Nissan kembali mencari mitra strategis, Foxconn menunjukkan minatnya untuk melanjutkan diskusi.
Laporan menyebutkan bahwa Ketua Foxconn, Young Liu, telah menginstruksikan mantan eksekutif Nissan, Jun Seki, untuk berkomunikasi dengan Renault, pemegang saham terbesar Nissan, guna mengeksplorasi potensi kolaborasi. Respons pasar terhadap kemungkinan ini lebih optimistis dibandingkan dengan rencana merger bersama Honda, yang tercermin dari lonjakan saham Nissan sebesar 6%.
Autoblog menyebutkan keputusan Nissan untuk meninggalkan opsi merger dengan Honda memang akan menempatkan perusahaan dalam situasi yang menantang. Dalam laporan keuangannya, Nissan mengalami penurunan laba bersih hingga 94% dalam setengah tahun fiskal pertama. Perusahaan juga telah mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 9.000 karyawan serta pemangkasan kapasitas produksi sebesar 20% sebagai langkah efisiensi.
Namun, dengan kembali masuknya Foxconn dalam perundingan, ada harapan bagi Nissan untuk mengamankan mitra strategis yang dapat memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik (EV). "Foxconn, yang selama ini berupaya memperluas perannya sebagai produsen kendaraan listrik kontrak, dapat memberikan dukungan finansial serta teknologi bagi Nissan untuk meningkatkan daya saingnya di industri otomotif global," sebut Autoblog.
Meskipun Nissan belum secara resmi mengonfirmasi kerja sama dengan Foxconn, respons positif dari pasar menunjukkan bahwa langkah ini lebih diterima dibandingkan dengan rencana merger bersama Honda. Dengan dukungan Foxconn, Nissan memiliki peluang untuk memperkuat strategi kendaraan listriknya dan meningkatkan stabilitas keuangannya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




