ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Solaris, Motor Listrik Tenaga Surya yang Menantang Logika Produksi

Sabtu, 13 Desember 2025 | 10:31 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Solaris, konsep motor listrik tenaga surya rancangan MASK Architects, menawarkan desain futuristis dengan panel surya mandiri yang menantang batas realitas.
Solaris, konsep motor listrik tenaga surya rancangan MASK Architects, menawarkan desain futuristis dengan panel surya mandiri yang menantang batas realitas. (Rideapart/DOK)

Jakarta, Beritasatu.com -  Motor listrik tenaga surya kembali mencuri perhatian lewat konsep bernama Solaris, rancangan MASK Architects asal Italia yang menawarkan ide ekstrem di dunia kendaraan roda dua. Di tengah banyaknya konsep motor futuristis yang kerap berhenti sebatas render, Solaris hadir dengan pendekatan radikal yang menantang batas antara imajinasi desain dan kemungkinan produksi nyata.

MASK Architects bukanlah studio desain otomotif konvensional. Mereka memandang mobilitas sebagai kanvas kreatif, bukan sekadar persoalan spesifikasi teknis atau kelayakan manufaktur massal. Dari sudut pandang inilah Solaris lahir, sebuah konsep motor listrik bertenaga surya dengan wujud futuristis dan mekanisme yang terdengar ambisius sejak awal.

Solaris digambarkan mampu mengisi daya secara mandiri melalui energi matahari. Saat diparkir, motor ini membuka panel surya berbentuk lingkaran menyerupai kelopak bunga. Panel fotovoltaik tersebut akan terbentang dan menyerap sinar matahari, layaknya proses fotosintesis pada tanaman, sebelum kembali tertutup saat motor digunakan di jalan.

“Secara visual, konsep ini tampak mencolok dan nyaris seperti properti film fiksi ilmiah. Namun di balik tampilannya yang liar, pertanyaan besar pun muncul: apakah Solaris sekadar konsep artistik, atau benar-benar memiliki peluang diwujudkan sebagai motor listrik tenaga surya yang fungsional?” kritik Rideapart, Sabtu (13/12/2025). 

ADVERTISEMENT

Menariknya, teknologi yang dibutuhkan untuk mewujudkan ide tersebut sebenarnya sudah tersedia. Panel surya portabel, baterai litium, sistem pengereman regeneratif, hingga rangka ringan berbahan komposit telah digunakan secara luas di berbagai sektor. Secara teori, tidak ada larangan teknis bagi sebuah motor untuk mengumpulkan energi matahari, menyimpannya, lalu menggunakannya sebagai sumber tenaga berkendara.

MASK Architects merancang Solaris dengan sistem baterai litium yang diisi oleh panel surya melingkar yang dapat dibuka dan ditutup. Saat berhenti, panel tersebut berubah menjadi pembangkit listrik mini. Ketika digunakan, Solaris beroperasi layaknya motor listrik pada umumnya, tanpa mekanisme panel yang mengganggu aerodinamika.

Di balik desain futuristisnya, Solaris tetap dibekali komponen yang familiar. Motor listrik bertenaga besar, sistem pengereman regeneratif, serta rangka kombinasi aluminium dan komposit karbon digunakan untuk menekan bobot. Area kokpit menampilkan data serapan energi matahari dan performa kendaraan, sementara aplikasi pendamping memungkinkan pemantauan melalui ponsel.

Desain Solaris juga terinspirasi dari gerakan macan tutul. Bagian depan yang memanjang, posisi berkendara, hingga proporsi rangka diambil dari studi pergerakan hewan tersebut, menghasilkan siluet yang aerodinamis dan seimbang. Meski begitu, realisasi desain ini ke jalur produksi masih menjadi tanda tanya besar.

Solaris kerap diibaratkan sebagai “motor Schrödinger”, ada dan tidak ada secara bersamaan. Ia dapat dilihat dan dikagumi sebagai konsep, namun belum sepenuhnya realistis untuk diwujudkan dengan teknologi dan efisiensi saat ini. Meski demikian, laju perkembangan baterai, panel surya, dan material ringan perlahan mempersempit jarak antara ide dan kenyataan.

Apakah Solaris akan selamanya menjadi konsep, atau justru menjadi cikal bakal kendaraan masa depan, waktu yang akan menjawab. Yang jelas, kehadiran konsep ini kembali menegaskan bahwa masa depan roda dua masih menyimpan banyak kemungkinan, termasuk ide motor listrik tenaga surya yang hari ini terasa mustahil, namun bisa saja menjadi hal biasa di masa mendatang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon