ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menghindari Jebakan Penjahat Siber saat Pemesanan Online

Jumat, 13 Juli 2018 | 22:59 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Ilustrasi hacker
Ilustrasi hacker (Istimewa)

Jakarta - Dalam merencanakan liburan bersama teman maupun keluarga, kemungkinan menggunakan layanan interet untuk melakukan pemesanan merupakan hal yang sering dilakukan.

Meski demikian, kalangan pengguna internet tetap harus berhati-hati ketika memesan fasilitas travel online. Hal itu bertujuan untuk menghindari kemungkinan jatuh pada perangkat yang dipasang oleh penjahat siber, saat melakukan pencarian.

Country Manager Consumer di Avast Perancis, Bastien Dubuc, mengatakan, apapun mediumnya, pengguna internt harus berhati-hati ketika memesan fasilitas travel online.

"Penelitian Sofinco mengindikasikan bahwa sebanyak 45 persen orang Perancis pada tahun ini akan bergantung pada ekonomi kolaboratif untuk liburan mereka, yakni sistem yang hanya bergantung pada penawaran online," kata Bastien, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Jumat (13/7).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, peretas secara konsisten akan mencari kelemahan dan kurangnya kesadaran konsumer mengenai keamanan siber. Setiap kerentanan, akan menjadi kesempatan untuk mereka.

"Oleh karena itu, pengguna internet yang kepalanya telah terpenuhi dengan rencana dan mimpi untuk berlibur, merupakan target yang ideal bagi peretas. Mayoritas tidak akan memikirkan risiko siber yang dapat ditimbulkan oleh reservasinya," tandasnya.

Untuk menghindari jebakan penjahat siber, berikut lima langkan pencegahan yang bisa dilakukan saat melakukan pemesanan fasilitas liburan secara online.

Waspadai Email Phishing

Peretas sangat bergantung dengan hari raya besar kalendar dan dapat mengirim penawaran atraktif kepada pengunjung. Oleh karena itu, email yang terlihat tidak legal dan mencurigakan harus dibuka dengan hati-hati. Jika hal ini terjadi, lebih baik meng-klik link dan attachment yang tertera, jika benar email tersebut adalah malicious, malware akan berpotensi mengatur perangkat pengguna dan memberikan akses kepada peretas untuk mencuri informasi seperti kredensial login atau nomor kartu kredit.

Membuat Kredensial Unik

Setiap akun online harus memiliki login dan kata sandi yang unik. Sehingga ketika penjahat cyber meretas sebuah website, dia tidak dapat mengakses akun lain dari pengguna. Sebagai tambahan, tidak ada rahasia, bahwa kata sandi terbaik adalah gabungan dari simbol yang bervariasi, dimana mereka harus memasukkan huruf kapital, angka dan karakter spesial dengan jumlah lebih dari delapan karakter.

Verifikasi Keberadaan https

Saat melakukan pembayaran, jika website tidak memiliki https dan gembok hijau pada bar alamat, konsumen seharusnya tidak menyelesaikan pembayaran. Hal ini berarti, website tersebut tidak menyediakan enkripsi atau keuntungan dari sertifikasi otentifikasi yang disediakan oleh otoritas tepercaya.

Adopsi Otentifikasi Dua Faktor

Langkah ini memungkinkan untuk mengatur beberapa tingkatan proteksi yang akan menyulitkan orang yang tidak berwenang untuk mengakses informasi. Contohnya, pengguna akan menerima kode unik pada telepon mereka setiap bertransaksi, dan memasukkannya pada situs guna menyelesaikan transaksi. Hal ini memiliki arti, jika penjahat siber berhasil mendapatkan kata sandi konsumen, maka peretas tidak dapat bertindak lebih jauh karena tidak memiliki faktor kedua yang dibutuhkan

Metode Pembayaran

Idealnya, setiap transaksi keuangan secara online menggunakan kartu kredit harus dilakukan dengan proteksi dari pencurian. Kini, kebanyakan kartu kredit memungkinkan anda untuk melaporkan transaksi curang dalam kurun waktu 30 hari saat ditemukan kecurang tersebut pada pernyataan bank. Kalau tidak, pengguna dapat menggunakan servis pembayaran online seperti PayPal yang menolak memasukkan detail bank.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon