Dirjen Dikti: Kampus Merdeka Ciptakan Investasi Pendidikan Masa Depan
Jumat, 26 Maret 2021 | 23:02 WIBJakarta, Beritasatu.com – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Nizam menyatakan, kebijakan Kampus Merdeka akan menciptakan investasi pendidikan yang bermanfaat di masa depan. Kampus Merdeka nantinya diharapkan dapat melahirkan lulusan perguruan tinggi yang mampu menjawab tantangan global maupun permasalahan yang ada di masyarakat.
Nizam mencontohkan program magang Kampus Merdeka, selama pandemi Covid-19 ini, mahasiswa juga bisa menjadi sukarelawan dalam program desa wisata.
"Mahasiswa dapat berpartisipasi dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat desa. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat di pedesaan atau daerah terpencil untuk mengembangkan perekonomiannya atau pengembangan infrastruktur di wilayah tersebut," kata Nizam dalam forum investasi bertajuk "Rethinking and Reinventing Bali Post Covid-19" yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) di Nusa Dua, Bali, Jumat (26/3/2021).
Dikutip dari siaran pers Kemdikbud, Nizam menambahkan Kampus Merdeka juga mendorong peluang investasi dan kolaborasi lewat pembukaan universitas kelas dunia, publikasi dan penelitian bersama, magang di industri, micro credential, pengembangan kurikulum, beasiswa, konsorsium universitas, pembelajaran daring selama pandemi, pertukaran mahasiswa, dan program sabbatical leave bagi profesor.
Menurut Nizam, digitalisasi dalam pendidikan juga sangat penting. Kemdikbud juga mempercepat transformasi digital melalui program Kampus Merdeka.
Untuk mendukung hal tersebut Kemdikbud telah memberikan 3-5 juta laptop kepada mahasiswa di perguruan tinggi, dan juga telah memberikan akses broadband ke sekolah dan kampus, dengan jaringan 4G dan 5G untuk 380.000 sekolah.
Sementara itu, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan seiring dengan berjalannya distribusi vaksin, sektor pariwisata di berbagai belahan dunia perlahan bangkit, tidak terkecuali di Indonesia. Provinsi Bali sebagai ujung tombak pariwisata Indonesia mulai menggerakkan berbagai upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi.
"Pemerintah memahami betul bahwa Provinsi Bali yang 52% PDB-nya berasal dari sektor pariwisata mengalami kontraksi ekonomi selama pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Bali salah satu daerah pariwisata yang mendapat perhatian lebih dalam hal percepatan pemulihan ekonomi," kata Luhut.
Turut hadir dalam acara tersebut adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, Gubernur Bali Wayan Koster, Kepolisian Bali, jajaran BUMN, Himpunan Bank Negara (Himbara), serta pelaku usaha swasta dan ekosistem digital.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




