ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Liga Champions: Kopenhagen Berhasil Sajikan Teater Mimpi Buruk buat MU

Kamis, 9 November 2023 | 11:42 WIB
DS
DS
Penulis: Dwi Argo Santosa | Editor: DAS
Marcus Rashford dari Manchester United, kedua kanan, menerima kartu merah dari wasit Lithuania Donatas Rumsas saat pertandingan sepak bola Grup A Liga Champions antara FC Kopenhagen dan Manchester United di Kopenhagen, Denmark, Kamis, 9 November 2023 dini hari WIB.
Marcus Rashford dari Manchester United, kedua kanan, menerima kartu merah dari wasit Lithuania Donatas Rumsas saat pertandingan sepak bola Grup A Liga Champions antara FC Kopenhagen dan Manchester United di Kopenhagen, Denmark, Kamis, 9 November 2023 dini hari WIB. (AP/Liselotte Sabroe/Ritzau Scanpix)

Kopenhagen, Beritasatu.com – Klub peringkat satu Liga Denmark, Kopenhagen, benar-benar menjadikan stadion Parken sebagai sebuah teater mimpi buruk bagi klub raksasa Inggris, Manchester United alias MU pada lanjutan penyisihan grup A, Liga Champions, Kamis (9/11/2023) dini hari WIB.

Pada laga yang berakhir 4-3 untuk Kopenhagen itu, para penggemar tuan rumah mengangkat tifo bertuliskan Your Theatre of Nightmares  sebagai sebuah pesan kepada MU bahwa stadion Parken menjadi ajang yang menghadirkan mimpi buruk bagi Setan Merah.

Tifo adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan tampilan visual penuh warna dan bersemangat hasil koreografi  suporter sepak bola mendukung timnya. Pertunjukan tifo biasanya dilakukan di dalam stadion sebelum dan selama pertandingan, tetapi juga dapat dilakukan di luar lapangan.

Tifo yang ditunjukkan di tribun atas fan Kopenhagen Kamis dini hari berupa spanduk raksasa dengan panjang sekitar 100 meteran. Selain tulisan Your Theatre of Nightmares terdapat pula spanduk yang lebih besar lagi bergambar maskot Setan Merah sedang tertidur di antara mimpi para penyerang Kopenhagen.

ADVERTISEMENT
Suporter Kopenhagen mengangkat tifo bertuliskan Your Theatre of Nightmares sebagai sebuah pesan kepada MU bahwa Stadion Parken menjadi ajang yang menghadirkan mimpi buruk bagi Setan Merah.

Rupanya para suporter Kopenhagen sangat optimistis bakal menjungkalkan MU di stadion Parken meski pada leg pertama mereka takluk 0-1 di Old Trafford.

Optimisme pendukung Kopenhagen bukan tanpa alasan. Pertama, kondisi MU saat ini tidak sedang baik-baik saja. Di dalam negeri, pasukan Erik ten Hag kalah dari Manchester City di ajang Liga Primer dan dari Newcastle di ajang Carabao Cup. Semuanya dengan skor mencolok 3-0 dan terjadi di Old Trafford.

Selain banyak pemain inti yang cedera, Ten Hag tampak belum mampu meramu sisa-sisa laskarnya dengan cerdas sehingga permainan klub yang besar di era Sir Alex Ferguson ini tak ubahnya tim-tim medioker.

Kedua, kemenangan MU  dengan skor 1-0 pada leg pertama di Old Trafford menjadi gambaran bahwa superioritas MU tak tampak nyata. Setan Merah tak lagi menakutkan. Kemenangan tipis itu dinilai kurang meyakinkan.

Alasan ketiga, yang juga digambar di tifo suporter tuan rumah, adalah sejarah yang mencatat bahwa MU pernah kalah dari Kopenhagen di Stadion Parken pada  ajang yang sama, Liga Champions. Tepatnya pada musim 2006/07.

Meski sudah cukup lama, catatan tersebut menjadi penyemangat para suporter bahwa Kopenhagen tak bisa diremehkan dan siap mengalahkan MU. Hampir sama dengan saat ini, Kopenhagen ketika itu kalah dari MU 3-0 di leg pertama pada 17 Oktober 2006. Gol dilesakkan oleh gelandang Paul Scholes, bek John O'Shea yang memanfaatkan tendangan sudut Cristiano Ronaldo, serta pemain pengganti Kieran Richardson.

Striker Manchester United Rasmus Hojlund (kedua kiri) berupaya melewati kawalan bek Kopenhagen Denis Vavro dalam partai Liga Champions, Rabu, 8 November 2023.

Pada leg kedua, 1 November 2006, Man United dipecundangi 1-0 oleh tuan rumah melalui gol mantan striker Aston Villa Marcus Allback.

Meski kalah dari Kopenhagen saat itu, MU yang diasuh Sir Alex Ferguson menjadi juara grup F dan lolos ke babak berikutnya. Pada musim itu, MU bertahan sampai babak semifinal Piala Champions. Langkah Setan Merah tertahan oleh AC Milan.

Pada Kamis dini hari tadi ternyata Kopenhagen mampu membuktikan bahwa pertunjukan teater itu benar-benar tersaji di Stadion Parken.

Bukan hanya membalikkan cerita kemenangan MU di Old Trafford menjadi kekalahan di Parken, melainkan juga bagaimana skor susul menyusul yang terjadi pada laga Kamis dini hari.

Brace Rasmus Hojlund
Pentas teater itu menampilkan adegan menarik pertama, yakni bagaimana striker MU, Rasmus Winther Hojlund menciptakan brace atau dua gol pada menit ke-3 dan 28.

Gol ini adalah gol kelimanya di ajang Liga Champions. Padahal pemain yang dibeli dari Atalanta seharga 72 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,4 triliun itu belum memberikan satu gol pun buat MU di Liga Inggris.

Selebrasi Rasmus Hojlund yang mencetak dua gol pada laga Grup A Liga Champions antara FC Kopenhagen dan Manchester United di Kopenhagen, Denmark, Kamis, 9 November 2023 dini hari WIB.

Bagi Rasmus Hojlund, berlaga di Stadion Parken seperti bermain di rumah sendiri. Hojlund  adalah bagian dari Timnas Denmark yang menjadikan Parken sebagai stadion kandang. Terakhir kali Rasmus Hojlund mencetak gol bagi Timnas Denmark adalah saat melawan Finlandia pada bulan Maret lalu. Hojlund mencetak hat-trick di Parken.

Kartu Merah Marcus Rasford
Adegan menarik kedua adalah kartu merah yang dialamatkan kepada penyerang MU, Marcus Rashford pada menit ke-42. Keputusan wasit asal Lithuania, Donatas Rumses itu menuai kontrovesi. 

Dalam tayangan ulang, jelas terlihat bahwa kaki Rashford menginjak engkel Elias Jelert. Ini membahayakan pemain lawan. Namun, pada tayangan gerak lambat proses terjadinya injakan kaki tersebut juga jelas terlihat bahwa Rashford tidak punya inisiatif mencederai lawan. Ia dalam posisi tidak sedang merebut bola. Bola justru ada dalam kendalinya. Fakta lain, kontak terjadi dalam situasi yang tidak mendesak atau berbahaya bagi gawang MU.

Kaki kiri Rashford bergerak meninggalkan tanah untuk melangkah dalam upaya mengadang lawan. Ketika kaki itu ingin menjejak kembali ke tanah yang seharusnya, kaki lawan sudah ada di sana sehingga terinjak. Kaki Jelert menginjakkan tepat di tempat yang diinginkan Rashford untuk menginjakkan kakinya.

Mantan pemain Liverpool, Jamie Carragher, dan mantan pemain MU Paul Scholes maupun Owen Hargreaves adalah komentator yang menyayangkan keluarnya kartu merah yang tidak seharusnya bagi Rashford.

MU akhirnya tampak kewalahan hanya bermain dengan 10 orang sejak menit ke-42. Dominasi pada babak pertama berangsur luruh. Tuan rumah ganti yang mendominasi hingga terjadi dua gol pada akhir babak pertama.

Tuan rumah mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui gol penyerang sayap Kopenhagen, Mohamed Elyounoussi tiga menit setelah Rashford keluar lapangan, dan penalti Diogo Goncalves pada menit ke-45+9.

Dua gol Hojlund bagi MU seperti tak berarti setelah Rashford mendapat hadiah kartu merah.

Harry Maguire Aktor Dua Penalti
Adegan menarik lainnya pada theatre of nightmare ini adalah aktor penalti. Dari tujuh gol yang tercipta pada pertandingan Kamis dini hari, dua di antaranya tercipta dari titik penalti. Dua-duanya berawal dari handball. Mantan kapten MU, Harry Maguire terlibat pada kedua penalti ini.

Penalti pertama ke gawang MU yang dijaga Onana berasal dari handball Harry Maguire pada menit ke-45+9. Meski Maguire melakukan protes keras, wasit Donatas Rumses, tetap menunjuk titik putih. Panalti ini membuat Kopenhagen mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Reaksi bek Manchester United Harry Maguire saat pertandingan sepak bola Grup A Liga Champions antara FC Kopenhagen dan Manchester United di Kopenhagen, Denmark, Kamis, 9 November 2023.

Sedangkan penalti kedua terjadi di gawang Kopenhagen yang dikawal Kamil Grabara. Maguire punya peran. Pasalnya, bola yang menyentuh lengan Lukas Lerager adalah hasil sundulan Harry Maguire di kotak penalti Kopenhagen.

Maguire pula yang berteriak dan memburu wasit meski bola masih dimainkan. Teriakan Maguire dan Hojlund membuat wasit Donatas Rumses menghentikan permainan dan mengecek VAR hingga menunjuk titik putih.

Kapten MU Bruno Fernandes berhasil mengeksekusi penalti sehingga 10 pemain MU untuk sementara unggul 3-2. Uniknya, pemain sayap Kopenhagen, Lukas Lerager, yang menjadi penyebab penalti mampu menebus dosa dengan mencetak gol penyama skor pada menit ke-83.

Thriller Skor Akhir 4-3
Adegan menarik berikutnya adalah drama susul-menyusul skor. Tujuh gol merupakan hasil yang cukup menghibur bagi penonton bola, meski menyakitkan bagi tim dan suporter yang kalah.

Brace Hojlund yang membuat tim tamu unggul 2-0 mampu disamakan menjadi 2-2 pada babak pertama.

Dengan 10 pemain, tim tamu ternyata mampu unggul dan sempat membuat dag-dig-dug suporter tuan rumah. Namun, lagi-lagi Kopenhagen menyamakan skor dan bahkan kemudian menutupnya melalui gol kemenangan yang diciptakan oleh seorang pemuda 17 tahun, Roony Bardghji.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Setan Merah Bangkit, Michael Carrick di Ambang Kontrak Tetap

Setan Merah Bangkit, Michael Carrick di Ambang Kontrak Tetap

SPORT
MU Krisis Bek, Chelsea Intip Peluang di Old Trafford

MU Krisis Bek, Chelsea Intip Peluang di Old Trafford

SPORT
Hasil West Ham vs MU 1-1: Sesko Selamatkan Setan Merah dari Kekalahan

Hasil West Ham vs MU 1-1: Sesko Selamatkan Setan Merah dari Kekalahan

SPORT
Hasil Lengkap Liga Inggris: MU Terus Melaju, Arsenal Menjauh

Hasil Lengkap Liga Inggris: MU Terus Melaju, Arsenal Menjauh

SPORT
Michael Carrick Minta MU Hati-hati Tentukan Pelatih Baru

Michael Carrick Minta MU Hati-hati Tentukan Pelatih Baru

SPORT
MU Panaskan Persaingan Papan Atas Liga Inggris Seusai Tekuk Arsenal

MU Panaskan Persaingan Papan Atas Liga Inggris Seusai Tekuk Arsenal

MULTIMEDIA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon