Ginting dan Gregoria Comeback, Fajar/Fikri Debut di Japan Open 2025
Senin, 14 Juli 2025 | 16:42 WIB
Tokyo, Beritasatu.com — Menjelang dimulainya Japan Open 2025, tim bulu tangkis Indonesia menjalani sesi latihan resmi di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Senin (14/7/2025) siang. Latihan selama 1 jam ini menjadi ajang adaptasi bagi seluruh pemain, termasuk Anthony Sinisuka Ginting dan Gregoria Mariska Tunjung yang baru kembali dari masa pemulihan.
Ginting terakhir kali tampil pada Malaysia Open Januari 2025, sebelum harus absen panjang karena cedera bahu. Adapun Gregoria mundur sejak Kejuaraan Asia April 2025 akibat sakit vertigo.
"Rasanya beda karena sudah lama tidak bertanding. Walau baru adaptasi lapangan hari ini, tetapi berada di venue membawa suasana berbeda," ujar Ginting.
"Ada rasa kagok pastinya. Tadi sempat diskusi dengan pelatih Koh Indra (Wijaya), tidak hanya soal teknis tetapi juga non-teknis," tambahnya.
Ginting mengaku ingin segera mengembalikan atmosfer pertandingan yang sempat pudar karena enam bulan tidak tampil.
"Saya harus ingat lagi perasaan tegang dan semangat menang saat bertanding. Feel itu sempat samar, tetapi saya coba bangkitkan lagi," katanya.
Sementara itu, Gregoria merasa bersyukur bisa kembali bertanding. Latihan intensif di Jakarta berjalan lancar dan tidak mengganggu kondisi kesehatannya.
"Puji Tuhan selama persiapan tidak ada gangguan. Vertigo juga tidak kambuh meski intensitas latihan ditambah. Saya kangen bertanding dan bersyukur bisa main di Japan Open lagi," ucap Gregoria.
Tokyo Metropolitan Gymnasium memang bukan arena asing bagi pebulu tangkis dunia. Venue ini menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia 2022, dan kerap menggelar turnamen internasional.
Selain kembalinya dua andalan tunggal Indonesia, sorotan juga tertuju pada debut pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di sektor ganda putra. Mereka akan langsung menghadapi rekan senegara, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, di babak pertama.
"Besok kami mulai bertanding. Fokus dan konsentrasi jadi kunci karena teknis dan fisik sudah dilatih di Indonesia. Kami juga masih adaptasi dengan shuttlecock yang cukup lambat," kata Fajar.
"Sudah lumayan klop dengan Fajar. Dia sering beri masukan soal permainan dan rotasi. Komunikasi kami sejauh ini berjalan baik," timpal Fikri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




