ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Munafri Minta Manajemen PSM Bangun Komunikasi dengan Tavares

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 15:49 WIB
A
JS
Penulis: Antara | Editor: JAS
Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares (tengah) dalam konferensi pers seusai timnya bermain imbang 1-1 melawan Persijap Jepara dalam laga perdana Super League 2025/2026 di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Jumat (8/8/2025) malam.
Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares (tengah) dalam konferensi pers seusai timnya bermain imbang 1-1 melawan Persijap Jepara dalam laga perdana Super League 2025/2026 di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Jumat (8/8/2025) malam. (Beritasatu.com/Andi Mappanyukki)

Makassar, Beritasatu.com – Wali Kota Makassar sekaligus mantan CEO PSM, Munafri Arifuddin, menilai manajemen Juku Eja perlu menjalin komunikasi dengan Bernardo Tavares setelah pelatih asal Portugal itu memutuskan hengkang.

“Harus ada komunikasi yang baik. Mudah-mudahan beliau bisa bertahan, tetapi kalau tidak ya memang itu risikonya,” ujar Munafri seusai menghadiri Diskusi Bulanan IMMIM sekaligus pelantikan pengurus Lembaga Dakwah IMMIM serta penandatanganan MoU kerja sama di Makassar, Sabtu (4/9/2025).

Munafri menyebut keputusan Tavares mundur pada awal kompetisi Super League cukup mengejutkan, meski peluang untuk kembali bisa saja terbuka jika tercapai kesepakatan. “Yang penting komunikasi dibangun, termasuk soal hak-hak yang harus diselesaikan,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

Namun, jika kondisi tersebut tidak memungkinkan, ia menekankan agar manajemen segera mencari pelatih baru yang mampu meramu skuad yang ada. Menurutnya, perjalanan PSM di musim ini masih panjang dan butuh kepastian agar tim tetap solid.

Sebelumnya, Bernardo Tavares mengumumkan perpisahan dengan PSM Makassar melalui unggahan di akun X pada Rabu (2/10/2025). Ia mengaku terpaksa mundur karena persoalan tunggakan gaji yang dialaminya sejak 3,5 tahun melatih tim kebanggaan Sulsel itu.

“Terima kasih PSM Makassar. Dengan kesedihan mendalam, saya umumkan kepergian saya. Alasan utamanya adalah keterlambatan pembayaran gaji, sebuah kondisi yang sudah berlangsung lama dan kini tidak bisa saya toleransi lagi,” tulis Tavares dalam pernyataannya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT