ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

ICK Kecam Penembakan Jurnalis di Sumut

Minggu, 20 Juni 2021 | 10:15 WIB
BM
BW
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: BW
Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Presidium Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK) Gardi Gazarin mengecam penembakan terhadap jurnalis Mara Salem Harahap alias Marsal Harahap (42), di Nagori Karang Anyar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut).

Ironisnya, peristiwa itu terjadi di tengah Polri fokus memberantas premanisme.

"Pembunuhan wartawan ini lebih dari premanisme. Korban dihabisi dengan menggunakan senjata api. Ini perisitiwa sangat miris, di tengah perintah Kapolri untuk pemberantasan preman justru terjadi terhadap wartawan," kata Gardi Gazarin, Minggu (20/6/2021).

Dikatakan Gardi, ketika Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan instruksi pemberantasan preman, justru terjadi pembunuhan ala preman menggunakan senjata api di jalan.

ADVERTISEMENT

"Ini pembunuhan ala koboi dengan senjata api menghabisi korban di dalam mobil. Sangat miris di tengah perintah Presiden untuk memberantas premanisme malah wartawan jadi sasaran preman," ungkapnya.

Gardi mendesak Polri mengusut tuntas penembakan terhadap wartawan dan menangkap otak pelaku pembunuhan, termasuk mengusut senjata api yang digunakan untuk menghabisi korban.

"Kapolri harus segera perintahkan Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak untuk secepatnya menangkap pelaku dan dalang pembunuhan keji terhadap wartawan ini, serta mengusut senjata api yang digunakan," katanya.

Berulang
Menurut Gardi, insiden pembunuhan dan kekerasan terhadap wartawan terus berulang. Sebelumnya, juga ada pembunuhan terhadap Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin -wartawan Bernas- di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, pada 1990-an.

"Kejadian ini tidak membuat awak media jadi takut untuk memberitakan kebenaran. Jangan takut, beritakan fakta sebenarnya," tegasnya.

Diketahui, Mara Harahap ditemukan warga dengan kondisi kritis di dalam mobil BK 1921 WR, tak jauh dari kediamannya, di Huta VII, Nagori Karang Anyer, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, sekitar pukul 23.30 WIB, Jumat (18/6/2021) malam.

Pada saat ditemukan, ada luka tembak di bagian tubuhnya diduga berasal dari peluru tajam. Warga kemudian membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun, dalam perjalanan menuju RS Vita Insani korban meninggal dunia.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon