Pelaku Wisata di Bali Minta Pemerintah Tidak Kecolongan Terkait Virus HMPV
Sabtu, 11 Januari 2025 | 12:55 WIB
Bali, Beritasatu.com - Bali sebagai tujuan wisata utama baik bagi wisatawan lokal maupun internasional, selalu waspada terhadap isu-isu kesehatan, termasuk merebaknya virus Human Metapneumovirus (HMPV).
Isu ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi pelaku wisata di Bali, yang hidup dari sektor pariwisata. Namun, hingga saat ini, Bali belum mendeteksi adanya kasus virus HMPV.
"Untuk sementara, isu ini sudah ada, tetapi kami belum mendalami lebih jauh. Biasanya, isu-isu seperti ini awalnya berasal dari ras tertentu," kata Wayan Gede Riyawan Humas Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Divisi Domestik Bali, ketika ditemui di pusat oleh-oleh di Gianyar pada Sabtu (11/1/2025).
Wayan Gede Riyawan dan pelaku pariwisata lainnya meminta agar pemerintah tidak kecolongan dalam menghadapi potensi penyebaran virus HMPV, serta meminta pemerintah untuk lebih tanggap dalam mengantisipasi kemungkinan tersebut.
"Kami tidak ingin mengalami pengalaman, seperti yang terjadi pada 2019, ketika pandemi melanda. Harapan kami kepada pemerintah adalah agar tidak kecolongan dan harus segera mengantisipasi dengan langkah protektif," ucapnya.
"Jika hal ini terjadi, selain gangguan ekonomi, faktor mental juga akan terganggu. Apalagi, kami di Bali sangat bergantung pada pariwisata," tambahnya.
Hingga saat ini, Bali didominasi oleh wisatawan domestik sejak Desember 2024 hingga Januari 2025, sementara jumlah wisatawan asing belum begitu banyak.
"Untuk kedatangan wisatawan dari Hong Kong atau Tiongkok, kami belum menerima informasi terkait kedatangan mereka. Mengenai isu penutupan dan pembatasan lainnya, belum ada informasi lebih lanjut. Namun, jika ada tamu dari Hong Kong yang sudah ada di Bali, persentasenya tidak terlalu tinggi, dan tidak seperti wisatawan dari India atau Eropa saat ini," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar Anak Agung Ngurah Kesumajaya menegaskan, pihaknya telah mengambil sejumlah langkah antisipasi untuk mencegah masuknya virus HMPV ke Bali, menyusul merebaknya kasus tersebut di China dan Malaysia.
"Informasi mengenai hal ini sudah kami monitor secara terus-menerus. Di China sudah merebak, dan di Malaysia juga sudah ratusan kasus yang terdeteksi. Meski secara resmi belum ada arahan dari Kemenkes, kami sudah melakukan beberapa langkah di Bali," ujarnya.
"Walaupun belum ada penerapan protokol kesehatan tertentu, kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker jika mengalami gejala flu, untuk melindungi diri dan orang lain," imbuhnya.
Meski demikian, hingga saat ini, belum ada kasus virus HMPV yang terdeteksi di Bali.
"Kami belum menemukan kasus ini, tetapi kami sangat memperhatikan perkembangan ini. Semoga tidak ada kasus yang terjangkit dari Malaysia. Sampai hari ini, laboratorium kami belum menemukan kasus HMPV," pungkasnya dalam menanggapi virus HMPV dan kaitannya dengan wisata Bali.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




