Gibran Minta Pemda Bali Segera Perbaiki Fasilitas Umum Pascabanjir
Jumat, 12 September 2025 | 12:55 WIB
Denpasar, Beritasatu.com – Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka meminta pemerintah daerah di Bali segera mempercepat perbaikan fasilitas umum yang rusak akibat banjir besar.
“Secepatnya, pokoknya target (untuk pemerintah daerah) secepatnya,” kata Wapres Gibran saat meninjau kondisi banjir di Denpasar seperti dilansir dari Antara, Jumat (12/9/2025).
Ia menyampaikan hal itu usai melihat langsung kondisi dua pasar besar di Denpasar, yakni Pasar Badung dan Pasar Kumbasari, yang menjadi salah satu titik terdampak paling parah. “Tadi sudah lihat kondisi pasar, pokoknya agar fasilitas umum semuanya segera diperbaiki,” ujarnya.
Mantan wali kota Solo itu tiba di Pasar Badung sekitar pukul 11.30 Wita setelah sebelumnya mengunjungi posko pengungsian di Banjar Tohpati dan Banjar Sedana Mertha, Ubung.
Wapres Gibran didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, anggota DPD RI Arya Wedakarna, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Rombongan pertama kali turun di area parkir bawah Pasar Badung yang masih tergenang air dan menyaksikan proses penyedotan menggunakan mesin pompa. Mereka juga menyapa pedagang yang belum bisa kembali berjualan normal.
Selanjutnya, rombongan menuju jembatan penghubung Pasar Badung dan Pasar Kumbasari untuk melihat pedagang yang sibuk memilah dagangan rusak akibat hantaman arus Tukad Badung dua hari sebelumnya.
Seorang pedagang Pasar Kumbasari bernama Eka, pemilik Toko Sinar Abadi, berharap pemerintah dapat membantu meringankan beban pedagang.
Ia mengaku seluruh ruko di lantai satu tempat ia berjualan perlengkapan upacara Hindu sempat terendam banjir hingga tak terlihat. “Harapannya supaya dibantu modal. Semua tikar dagangan rusak, syukur tidak hanyut. Kerugian bisa lebih dari Rp 5 juta,” ucapnya.
Eka menambahkan, selain kerugian akibat barang dagangan, proses pemulihan dan pembersihan juga membuat pedagang tidak bisa segera kembali berjualan. “Tidak bisa jualan, mungkin butuh waktu 10 hari lagi,” katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




