TNI AL dan 1.000 Nelayan Siap Bongkar Pagar Laut Misterius di Kabupaten Tangerang
Selasa, 21 Januari 2025 | 08:00 WIB
Tangerang, Beritasatu.com – TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama 1.000 nelayan akan membongkar pagar laut misterius sepanjang 30 kilometer yang melintasi empat kecamatan di Kabupaten Tangerang, Banten. Pembongkaran akan dimulai pada Rabu (22/1/2025) mencakup Kecamatan Mauk, Mekar Baru, Kemiri, hingga Kronjo.
Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Kabupaten Tangerang Chaerul Gama menyatakan, pembongkaran ini akan melibatkan nelayan dari empat kecamatan, dengan total lebih dari 200 perahu.
"Pembongkaran akan dimulai Rabu (22/1/2025). Nelayan dari Kecamatan Kronjo, Mauk, Mekar Baru, dan Kemiri akan membantu TNI AL mempercepat pembongkaran pagar laut," ujar Chaerul, Senin (20/1/2025).
Perinciannya, Kecamatan Kronjo melibatkan 450 nelayan dengan 90 perahu. Kecamatan Mauk dengan 216 nelayan dan 72 perahu, dan Kecamatan Mekar Baru dan Kemiri mencapai 334 nelayan.
Dul Hasim, seorang nelayan dari Kecamatan Kronjo, menyambut baik pembongkaran pagar laut ini. Ia mengaku keberadaan pagar tersebut telah mengganggu aktivitas melaut selama enam bulan terakhir.
"Laut adalah tempat kami mencari nafkah. Pagar ini membuat jalur melaut jadi sempit dan sulit, terutama saat malam hari tanpa penerangan," ungkap Dul Hasim.
Selain itu, keberadaan pagar laut meningkatkan konsumsi bahan bakar solar nelayan, dari 10 liter menjadi 15 liter per hari karena harus mencari jalur alternatif.
Pagar laut misterius ini juga dianggap merusak ekosistem lingkungan. Investigasi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten mengungkap pagar bambu ini telah ada sejak September 2024.
Sebagian pagar laut di pantai Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, sudah dibongkar oleh TNI AL pada Sabtu (18/1/2025). Pembongkaran akan dilanjutkan di empat kecamatan lainnya pada Rabu (22/1/2025).
Pemerintah, bersama TNI AL dan nelayan, berkomitmen untuk menyelesaikan polemik pagar laut di Tangerang yang mengganggu aktivitas nelayan dan merusak ekosistem laut. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan akses nelayan untuk melaut dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




