20 Tahun Jalan Rusak Parah, Warga Suminta Lebak Tuntut Perbaikan
Senin, 15 September 2025 | 09:53 WIB
Lebak, Beritasatu.com – Warga Kampung Suminta, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, menanggung derita hampir 2 dekade akibat jalan rusak parah. Jalan utama yang menghubungkan Desa Sukadaya, Tambakbaya, dan Sukarendah dibiarkan rusak tanpa perbaikan nyata, meski janji dari pemerintah terus mengalir.
Tuti (52), salah seorang warga, menceritakan kondisi jalan saat musim hujan tiba. Jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin bak arena ternak kerbau, membuat warga harus berjibaku setiap hari untuk melintas.
"Sudah hampir 15–20 tahun jalan ini rusak dan panjangnya hampir 1 kilometer. Anak sekolah banyak yang berjalan kaki tanpa sepatu, warga yang membawa hasil panen kesulitan lewat, para pedagang juga mengeluh," kata Tuti saat ditemui di lokasi, Senin (15/9/2025).
Tuti menambahkan, jalan yang dipenuhi lubang dan tanpa drainase ini makin parah saat hujan turun. Air hujan yang tergenang membuat jalanan tak ubahnya rawa.
"Kalau hujan, jalan jadi becek, licin, dan berlumpur. Banyak pengendara yang terjatuh akibat kondisi jalan rusak ini," ungkapnya.
Sejumlah upaya swadaya masyarakat sudah dilakukan, mulai dari menimbun jalan dengan puing bangunan hingga menggelar aksi protes unik. Warga pernah membuat replika kuburan di jalan sebagai simbol kekecewaan terhadap pemerintah.
"Kami sudah demo sejak awal 2025 bersama ibu-ibu dengan membuat replika kuburan. Pemerintah janji 3 bulan akan diperbaiki, tetapi 1 tahun ini tidak ada realisasi sama sekali," kata Tuti.
Lebih ironis lagi, jalan di desa tetangga sudah dibangun sebagian, sementara jalan di Kampung Suminta tetap tak tersentuh pembangunan. Padahal, jarak ke pusat pemerintahan Kabupaten Lebak hanya sekitar 13 kilometer atau 15–30 menit perjalanan.
"Desa lain sudah dibangun meskipun separuh, tinggal sedikit lagi. Kampung kami tidak pernah diperhatikan. Pajak terus naik, tetapi kami tetap bayar," ujarnya.
Warga berharap Pemkab Lebak maupun Pemprov Banten segera turun tangan, termasuk melalui program Bang Andra (Bangunan Jalan Desa Sejahtera) yang digadang-gadang sebagai solusi perbaikan jalan desa.
"Harapan kami jalan ini segera dibangun layaknya jalan desa yang baik. Anak sekolah sering berjalan kaki tanpa alas saat hujan. Saat pemilu, calon pejabat datang mencari suara, tetapi setelah jadi kami dilupakan. Kami jelas kecewa," tutur Tuti.
Hingga berita ini diturunkan, pihak desa maupun Dinas PUPR Kabupaten Lebak belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga Kampung Suminta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




